loading...
Loading...
Anggo Prasetya, Offroader Cilik

SRAGEN– Di mata awam, olahraga offroad dianggap lebih identik dengan olahraga yang keras, mahal dan penuh risiko keselamatan. Namun, semua anggapan itu agaknya tak berlaku bagi Anggo Prasetya, offroader cilik berbakat asal Pondok, Patihan, Sidoharjo, Sragen.

Meski usianya baru 12 tahun, siswa kelas VI SD Az-Zahra Sragen itu sudah melabuhkan tekadnya untuk meniti bakat di jalur offroad. Bahkan, baru setahun terjun ke offroad, prestasinya bisa jadi bakal membuat iri offroader dewasa yang sudah malang melintang.
“Nggak percaya bisa dapat juara. Meski baru juara ketiga, ini gelar pertama saya dari lima kali tampil sejak ikut offroad setahun lalu mas,” ujar bocah bertubuh gempal itu ditemui di Kejuaraan Offrroad HUT Ponpes NH ke-29 yang diikuti peserta se-Jawa Bali di Sirkuit Gondang, kepada JSnews.Com.

Baca Juga :  Siapkan Rp 40 Miliar, Bupati Sragen Kritik Habis BPJS. Beber Temuan Data Tak Valid Hingga Aturan Yang Makin Ribet! 

Ya, Anggo barangkali adalah anomali dari anak-anak seusianya yang mungkin lebih suka menonton olahraga keras semacam offroad atau balapan. Bungsu dua bersaudara dari pasangan Sukamto-Suparmi itu mengaku sudah jatuh hati dengan offroad sejak setahun lalu. Menurutnya, bisa bertemu banyak teman, mengasah nyali dan berpetualang dengan alam adalah sisi-sisi yang membuatnya tertarik untuk terjun ke offroad.

“Awalnya sering diajak ikut bapak offroad. Lama-lama jadi suka dan pingin nyoba. Sekali nyoba langsung pingin dan berlanjut sampai ikut kejuaraan sendiri,” urainya didampingi Sani David (16) offroader remaja yang selama ini setia menjadi navigatornya.

Baca Juga :  Tiga Korban Kecelakaan Maut Truk Kontes Masuk Jurang di Tangen Sudah Dipulangkan. Beredar Kabar Sopir Mabuk, Begini Analisa Polisi! 

Pengagum offroader ternama asal Jogja, Wahyu Lamban itu mengakui mental adalah kunci pertama yang harus dimiliki untuk menjadi offroader. Bahkan, ia mengaku sama sekali tak minder ketika harus tampil dan bersaing dengan offroader yang lebih dewasa atau sudah berpengalaman. Hal itu dibuktikan dengan prestasinya yang bisa meraih juara III dari 41 offroader lokal dan nasional yang tampil di Gondang kemarin.

“Memang harus punya mental kuat dulu. Jadi jatuh pun nggak akan terasa dan lawan yang lebih dewasa pun juga rasanya biasa. Kalau cita-cita pingin terus sampai jadi atlet offroad nasional,” ujarnya.

Baca Juga :  Kronologi Detik-detik Kecelakaan Maut Kereta Joglosemar Kerto Gasak Pikap Tewaskan Satu Orang di Gemolong Sragen. Sempat Diiringi Suara Menggelegar.. 

Sementara, orangtua Anggo, Sukamto Gareng mengaku sangat mendukung bakat putranya itu.tak hanya meluangkan waktu untuk mendampingi latihan ataupun setiap turnamen, ia bahkan rela membuatkan sirkuit kecil-kecilan di dekat rumahnya di Pondok, Patihan, Sidoharjo. Soal obsesi putranya yang ingin menjadi offroader nasional, pemilik usaha “PSM” ban itu tidak keberatan untuk mengantarkan dan mendorongnya.

“Bagi saya, bakat positif itu harus didukung. Yang penting tidak mengganggu studinya karena latihan juga dilakukan sore hari. Soal biaya, memang mahal tapi ya mau apalagi yang penting anak maju. Apalagi atlet offroad itu kan terhitung jarang makanya saya dorong terus,” jelasnya. Wardoyo

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.