loading...

SRAGEN– Hujan deras yang melanda wilayah Karanganyar hampir seharian Kamis (18/1/2018), memicu bencana dahsyat. Bendungan Rejobanget, di Dukuh Kricikan,  Desa Rejosari,  Kecamatan Gondangrejo jebol diterjang luapan ai bah.

Akibat musibah tersebut, bendungan hancur luluh lantak sepanjang 25 meter hingga membuat banjir bandang.  Bendungan yang jebol berukuran lebar 10 meter dengan kedalaman 20 meter.

Bendungan hanyut bersamaan dengan terjangan air bah berkekuatan besar. Selain itu musibah itu juga merusak puluhan hektare tanaman padi siap panen milik warga setempat.

Informasi yang dihimpun di lapangan,  bencana jebolnya bendungan Rejobanget terjadi sekira pukul 02.30 WIB.

Menurut warga,  dinihari itu terdengar suara gemuruh dari arah bendungan. Saat dicek,  air bendungan meluap dan tak mampu tertampung.  Kekuatan air yang besar kemudian menjebol bendungan yang menjadi ikon Desa Rejosari tersebut.

Baca Juga :  Resmi Sembuh dari Covid-19, Pasutri Tenaga Medis Pengantin Baru Asal Gondangrejo Karanganyar Akhirnya Bisa Lebaran di Rumah

“Hujan memang dari siang sampai malam. Tengah malam itu air bendungan sudah mencep-mencep.  Sekitar jam 03.00 WIB,  tedengar suara gembruduk yang ternyata berasal dari bendungan yang ambrol.  Air langsung menerjang dan meluap ke sekitar dan lahan, ” ujar Kasiyo,  warga Genjikan,  Rejosari,  Gondangrejo,  Jumat (19/1/2018).

Beruntung akibat musibah itu tak sampai merenggut korban jiwa. Namun kerugian material ditaksir mencapai Rp 650 juta.

Kapolres Sragen,  AKBP Henik Maryanto melalui Kapolsek Gondangrejo,  AKP Sugeng Dwiyanto menyampaikan kerugian itu dihitung dari kerusakan bendungan yang mencapai Rp 500 juta dan Rp 150 juta dari rusaknya lahan padi siap panen yang hancur diterjang luapan air bercampur material.

Baca Juga :  Tak Main-Main, Lewat Karanganyar Tanpa Surat Keterangan Sehat, Bakal Diputar Balik. Kasat Sebut Banyak Pengendara Tak Pernah Jujur Kalau Mau ke Jakarta dengan Alasan Macam-Macam! 

“Kronologisnya sejak Kamis hujan deras sehingga membuat bendungan menjadi penuh. Kemudian pada hari Jumat tanggal 19 Januari 2018 sekira jam 03.00 WIB bendungan Rejobanget jebol karena tidak kuat menampung debit air. Mengakibatkan persawahan seluas 5 hektar rusak dan gagal panen. Kemudian saksi melaporkan ke perangkat desa selanjutnya diteruskan ke Polsek Gondangrejo,” jelasnya.

Sementara menindaklanjuti laporan itu,  tim langsung melakukan pengecekan ke lokasi. Menurut Kapolsek pihaknya juga memberikan imbauan kepada warga sekitar bendungan untuk berhati-hati untuk mengantisipaso longsor susulan. Wardoyo