loading...


Ilustrasi

SOLO-Polisi terus mendalami kasus penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh biro perjalanan haji dan umrah PT Utsmaniyah Hannien Tour.

Kepala Kepolisian Resor Kota (Polresta) Surakarta, Kombes Pol Ribut Hari Wibowo melalui Kasatreskrim, Kompol Agus Puryadi, mengatakan dari hasil pengembangan penyidikan untuk sementara terungkap korban Hannien Tour untuk sementara 4.126 orang. Angka tersebut naik dari data sebelumnya, yakni sekitar 1.800 korban.

“Jumlah korban yang tertipu tersebar di 10 kantor cabang Hannien Tour,” terang Kompol Agus kepada joglosemarnews.com, di ruang kerjanya, Rabu (17/1/2018).

Lebih rinci, ia menyebutkan, kantor cabang Hannien Tour tersebar di 10 kota di seluruh Indonesia, yakni di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Bogor, Tasikmalaya, Pekanbaru (Riau), Tangerang, Bandung, Makassar, Surabaya, Cibinong dan Solo.

“Sangat tidak menutup kemungkinan, jumlahnya akan terus bertambah. Kami terus mengembangkan penyidikan salah satunya dengan meminta masyarakat yang merasa dirugikan untuk segera melapor ke polisi,” terang dia.

Baca Juga :  Dirdiklat Kodiklatau Buka Pendidikan Sejurla Radar Darat Master T

Saat dikonfirmasi terkait pemeriksaan terhadap para tersangka dari pihak Polda Jabar, menurut Agus, pihak Polresta Surakarta telah memberikan data-data yang dibutuhkan. Namun, untuk kepastian pemeriksaannya menunggu koordinasi dari penyidik Polda Jabar.
Begitupula dengan pihak kepolisian di semua kantor cabang Hannien Tour di seluruh Indonesia.

“Kami siap berkoordinasi dengan Kepolisian Daerah (Polda) terutama di kota-kota kantor cabang Hannien Tour,” jelasnya.

Harapan Pupus

Kompol Agus juga menyatakan bahwa adanya harapan dari korban penipuan Hannien Tour untuk mendapatkan sejumlah uang yang sudah disetorkan sangat tidak memungkinkan. Bahkan, ia menyebut harapan para korban untuk mendapatkan uangnya kembali pupus.
Menurut Agus, hal itu setelah pihaknya berupaya mendatangi pihak salah satu maskapai nasional yang telah diklaim oleh Hannien Tour terkait dana yang sudah dibayarkan.

Baca Juga :  BPR/BPRS Didorong Tingkatkan Daya Saing di Era Digital

“Kami telah mendatangi pihak maskapai penerbangan yang diklaim oleh pihak tersangka masih memiliki uang sebesar Rp5 miliar. Uang tersebut tidak dapat ditarik lantaran batas waktu kerjasamanya pada tanggal 25 Juni 2017 lalu” sebutnya.

Agus menjelaskan lebih rinci terkait kerjasama antara pihak maskapai penerbangan dan Hannien Tour. Dijelaskannya, uang deposito dititipkan PT Hannien Tour senilai Rp10 miliar kepada maskapai penerbangan terkemuka pada 9 September 2016 lalu.

“Sejumlah uang tersebut telah digunakan oleh Hannien separuhnya untuk akomodasi calon jamaah umroh. Sisa uang senilai Rp5miliar itu tidak digunakan lagi hingga batas waktu tanggal 25 Juni 2017 lalu. Uangnya hangus lantaran telah melampaui waktu ketentuan kerjasama,” imbuhnya.

Seperti telah diberitakan, kasus penipuan dan penelantaran jemaah umrah PT Al-Utsmaniyah mulai terungkap pada April 2017. Terungkapnya kasus ini adanya pengaduan masyarakat baik secara langsung kepada Kementerian Agama maupun melalui media massa. Atas adanya laporan tersebut, Kemenag melakukan pemanggilan (klarifikasi) terhadap PT Al-Utsmaniyah Hannien Tour.

Baca Juga :  UPT Perpustakaan UNS Menggelar Pelatihan Menulis Kreatif

Sebelumnya, polisi telah menetapkan tersangka yakni Farid Rosidyn (45) dan Avianto B Satya (51), yang masing-masing menjabat Direktur Utama dan Direktur Keuangan Hannien Tour. Mereka saat ini telah ditahan di Mapolresta Surakarta.
Mereka dijerat Pasal 378 dan 372 tentang Penipuan dan Penggelapan dengan ancaman 4 tahun penjara.

Satria Utama

Loading...