JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Gara-gara Malas Kerja, Remaja Ini Diringkus Polsek Masaran. Ternyata Begini Kelakuannya..

Tersangka dan HP yang dicurinya. Foto/JSnews
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Tersangka dan HP yang dicurinya. Foto/JSnews

SRAGEN– Seorang remaja asal Dukuh Prampalan,  Krikilan,  Masaran,  Adriyan Widya Kusuma,  dibekuk tim Polsek Masaran. Pasalnya,  remaja itu terbukti telah mencuri handphone (HP)  milik juragan buah naga,  Ir Warjimin,  yang juga tetanganya.

Menariknya,  remaja malas dan pengangguran  itu mengaku nekat mencuri HP karena tak punya uang.  Tersangka pun kini harus meringkuk di sel tahanan Mapolres Sragen.

Keberhasilan penangkapan itu diungkapkan Kapolres Sragen,  AKBP Arif Budiman didampingi Kapolsek Masaran AKP Mujiono,  Sabtu (27/1/2018) di Mapolres Sragen. Kapolres mengungkapkan penangkapan dilakukan setelah melalui proses gelar perkara dari laporan korban ke Polsek Masaran, 15 Januari 2018.

Baca Juga :  Hasil Olah TKP Kecelakaan Maut di Plupuh, Kasat Lantas Sragen Ungkap Kondisi Sopir Truk Saat Gasak Bocah dan Ibu Anak Hingga Tewas di Plupuh

“Tersangka sudah diamankan di Mapolres Sragen. Kami mengapresiasi kinerja Polsek Masaran yang dengan cepat mengungkap kasus ini, ” papar Kapolres.

Sementara,  Kapolsek AKP Mujiono menguraikan tersangka diringkus pada 25 Januari 2018 sekira pukul 14.00 WIB tanpa perlawanan. Tersangka terlacak berkat keteledorannya menjual HP curian itu via media sosial FB.

Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman saat memimpin pers release di Mapolres. Foto/JSnews

Rupanya si pemilik mengenali HP yang dipajang tersangka di FB.  Dari situlah,  tim Polsek langsung melacak pemilik akun dan berhasil mengungkap identitasnya untuk kemudian menciduknya.

Baca Juga :  Update Corona Sragen 6 Juli, 21 Orang PDP Meninggal Dunia. Tinggal 9 Pasien Positif Dirawat, 40 Sembuh, Total Sudah 25 Warga Meninggal

“Tersangka mengaku nekat mencuri karena enggak punya uang. Dia memang enggak bekerja alias pengangguran. Makanya pesan moral dari kasus ini,  agar para remaja atau yang berusia produktif untuk sebisa mungkin bekerja sehingga akan memiliki penghasilan dan menghindari pemikiran dan hal negatif. Termasuk pemikiran yang mengarah tindak kriminal, ” terangnya.

Saat ini,  tersangka sudah diamankan di Mapolres. Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal lima tahun. Wardoyo