Beranda Wisata Kuliner Kulit Pisang, Kulit Singkong, Hingga Bunga Mawar Diolah Jadi Makanan Maknyus

Kulit Pisang, Kulit Singkong, Hingga Bunga Mawar Diolah Jadi Makanan Maknyus

172
BAGIKAN
Dendeng jantung pisang, salah satu kuliner hasil kreasi Sari Noviatsih. Facebook.

WONOGIRI—Bagi sebagian orang, kulit pisang, kulit singkong, daun beluntas, maupun bunga pisang, mungkin hanya dianggap seonggok sampah tak berguna. Tapi di tangan kreatif seorang Sari Noviatsih, bahan sisa dapur itu diolah menjadi aneka camilan enak dan maknyus, seperti keripik, abon, stik, maupun dendeng.

Lantaran unik dan jarang dijumpai di pasaran, hasil kreasi warga asli Kecamatan Baturetno, Wonogiri ini kini menjadi buruan penikmat kuliner. Pesanan terus berdatangan di rumahnya di Desa Watuagung maupun di outlet di Desa Baturetno, di Kecamatan Baturetno.

“Selama ini barang-barang dagangan dipasarkan dengan sistem online. Lewat media sosial WA, BBM, Facebook, Twitter, Instagram untuk pemasarannya. Pengiriman barang melalui titipan kilat dengan pembayaran transfer rekening bank. Barang banyak dipesan di hampir semua kota besar di pulau Jawa, bahkan sudah merambah Sumatera dan Bali. Tapi paling banyak pesanannya itu datang dari Jabodetabek,” jelas perempuan 40 tahun itu, Sabtu (6/1/2018).

Sari Noviatsih dibantu suaminya, Sugiyanto warga Dusun Batu Tengah RT 1 RW 10 Desa Baturetno, Kecamatan Baturetno, Wonogiri. Awalnya dia melihat banyak sampah jantung pisang, kulit pisang maupun singkong dan sejenisnya di sekitar Baturetno. Selama ini belum ada yang melirik untuk memanfaatkannya. Bermodal pengalaman secara otodidak, serta rajin membaca dan melihat tayangan televisi, dia pun memberanikan diri berbisnis camilan unik ini.

Bahan baku yang dia pakai murni lokal. Dia tidak menggunakan bahan pengawet. Dia mengandalkan teknik memasak bahan baku dicampur aneka bumbu hingga menghasilkan rasa yang pas.

“Sempat mencoba beberapa kali tapi gagal, kemudian saya terus belajar. Akhirnya ketika keluarga besar kami mengatakan kalau rasanya sudah pas dan mantap, ya kemudian produk ini kami pasarkan,” beber dia.

Ibu tiga anak ini menyebut, usahanya baru ditekuni sekitar satu setengah tahun ini. Awalnya, dia hanya memproduksi dendeng jantung pisang dengan dua rasa, yakni pedas dan original. Kemudian muncullah ide kreatifnya dalam menciptakan kuliner sehat lainnya.

Ada sejumlah produk hasil karyanya. Seperti aneka abon, aneka manisan dan aneka sambal, kripik unik dan aneka stik. Juga keripik kulit singkong, keripik mahkota bunga pisang, keripik kelopak bunga mawar, keripik kulit pisang, keripik daun beluntas. Meski begitu, yang menjadi andalannya masih tetap dendeng jantung pisang.

“Untuk bahan bakunya kami sudah punya pengepul, setiap hari ada warga Baturetno yang menyuplainya. Kami memilih bahan berkualitas bagus,” kata dia.

Kendati masih berusia belia, produk hasil karyanya yang semua diberi label Mamuma, sudah mengantongi izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT). Cara pengolahan maupun pengemasan, terbilang higienis. Hal itu membuat dia semakin mantap memasarkan kuliner olahannya.

“Bagi yang ingin menjadi reseller, kami sangat terbuka,” sebut dia.

Aris Arianto

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here