loading...

kredit: Instagram

WONOGIRI-Usianya masih terbilang muda, baru 27 tahun. Kendati demikian prestasi yang ditorehkannya sangat luar biasa. Sosok satu ini merupakan juara pertama dalam ajang Indonesia Marketeers Festival 2017.

Dia adalah Dhanies Alfiany, warga Jalan Jambu Air 3, Kajen, Kelurahan Giripurwo Wonogiri. Di usianya yang masih muda dia berhasil menjadi kampiun di event yang dihelat gabungan sejumlah BUMN tersebut. Semua tak lepas dari kegigihannya selama ini dalam mengembangkan bisnis. Dewan juri yang berasal dari praktisi, akademisi, dan BUMN kesengsem dengan kegigihannya itu.

“Dari kecil aku memang suka bisnis, keturunan dari mamaku yang sama-sama pebisnis,” ujar perempuan berparas manis yang sebenarnya merupakan lulusan perguruan tinggi kebidanan tersebut, Sabtu (6/1/2018).

Sejumlah usaha telah digelutinya. Mulai dari toko emas, penyedia jaringan gas di sejumlah kota besar, lapak aneka dagangan, maupun pengelola jasa parkir. Selain parkir, usaha milik perempuan yang punya semboyan “Lakukan dan Lupakan” itu tetap eksis dan terus berkembang.

Prestasi lainnya diraih melalui omzet bisnis. Dalam satu bulan rata-rata dari semua bisnisnya dia mampu mengantongi omzet antara Rp300 juta hingga Rp500 juta. Pun perempuan yang juga hobi gowes ini memiliki karyawan tetap sebanyak 17 orang. “Semua bisnisku prospeknya masih bagus, Insyaallah berkembang terus ke depannya,” tutur dia.

Tidak melulu mengejar untung, Dhanies yang ditempa kedisiplinan dan semangat besar dari orang tuanya selalu berusaha berbagi dengan sesama. Di samping melalui sedekah secara langsung, dia berusaha bisa membantu melancarkan bisnis UMKM. Contohnya dengan menyediakan lapak-lapak untuk menampung aneka dagangan dari kalangan UMKM. Dengan begitu UMKM tidak lagi kebingungan soal pemasaran produk. “Misalnya lapak penyedia makanan di sekitar Alun-alun Giri Krida Bakti,” kata dia.

Loading...

Kesuksesan di bidang bisnis tidak lantas membuat dia melupakan latar belakang pendidikan kebidanannya. Bahkan dia memiliki sebuah mimpi besar terkait hal itu. Dia ingin mendirikan klinik peduli sesama ke depannya.

Dia membeberkan, klinik yang diidam-idamkannya tersebut akan banyak menyentuh aspek sosial. Terutama bagi warga yang kurang mampu. Ketika ada pasien yang memang tidak mampu secara ekonomi, maka tidak akan dipungut sepeserpun saat berada di klinik.

“Ini mimpi besar aku. Sudah aku lontarkan ke keluarga dan rekan maupun relasi. Alhamdulillah banyak yang mendukung. Minta doanya semoga bisa segera terealisasi. Aamiin,” pungkas dia.

Aris Arianto

Loading...

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here