Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Hidup Bocah 3 Tahun yang Menjadi Pemadam Kebakaran Ini Berakhir Tragis

Tribunnews

Pepatah mengatakan, manusia boleh merencanakan, namun nasib ada di tangan Tuhan. Sejak kecil, setiap anak tentu punya keinginan dan cita-cita, dan orang tua berusaha untuk membantu anak-anaknya untuk mencapai cita-cita tersebut.

Tak terkecuali dengan bocah laki-laki berusia 3 tahun, Trucker Duckes ini. Ia sangat ingin menjadi seorang pemadam kebakaran saat dewasa nanti.

Namun sayang semuanya tak berjalan sesuai rencana.

Trucker menderita neuroblastoma stadium 4. Neuroblastoma merupakan salah satu jenis kanker yang paling banyak menyerang bayi dan anak-anak. Trucker sudah didiagnosis penyakit tersebut saat usianya masih 1 tahun.

Bocah kecil tersebut harus melalui kemoterapi, serta berbagai operasi, termasuk pengangkatan tumor besar yang sudah menyebar di 50 persen tubuhnya.

Untuk perawatan yang lebih baik, Tucker dan ibunya sampai harus pindah ke New York agar bisa berobat di Memorial Sloan Kettering Cancer Center.

Besarnya keinginan menjadi petugas pemadam kebakaran dan gigihnya si bocah itu melawan kanker yang menggerogotinya, menginspirasi New York City Fire Department untuk memberikan penghargaan.

Saat berada di New York sambil menjalani perawatan, Trucker diangkat sebagai petugas pemadam kebakaran junior oleh New York City Fire Department. Pengangkatan tersebut diberikan khusus pada Trucker atas keberaniannya melawan kanker.

Ulang tahunnya yang ketiga pun dirayakan oleh petugas pemadam kebakaran.

Hal itu sangat berarti bagi Trucker. Ia tumbuh di lingkungan pemadam kebakaran, ayangnya pun seorang petugas pemadam kebakaran.

Trucker jadi sangat menyukai hal-hal yang berhubungan dengan pemadam kebakaran, termasuk seragam dan truknya. Setelah beberapa bulan pulang pergi dari Maui ke New York untuk pengobatan, orang tua Trucker akhirnya pulang ke Maui dan menetap di sana.

Pada 31 Januari 2017 lalu, keluarga Trucker membuat #TruckerToughChallenge di media sosial agar para keluarga dan sahabat bisa menunjukkan dukungan mereka untuk Trucker.

Akan tetapi, perjuangan Trucker bulan-bulan terakhir sangatlah berat. Kakinya membengkak, sehingga ia tak mampu lagi berjalan. Ia juga kesakitan hingga tak bisa tidur nyenyak.

Ayah Trucker, Joshua Dukes berkata pada The Maui News: “Ia bangun karena kesakitan pada malam hari sekitar 30-40 kali. Sangat menyedihkan. Kami bahkan berdoa pada Tuhan untuk menyembuhkan Trucker, atau jika tidak bisa, ambil lah saja karena kami tidak ingin melihat ia menderita lagi.”

Akhirnya pada tanggal 3 Maret 2017, di pelukan ibunya, Trucker menghembuskan nafas terakhirnya. Trucker meninggal setelah menjalani berbagai macam perawatan di rumah.

Petugas pemadam kebakaran juga mengenang Trucker dengan cara yang spesial. Petugas pemadam kebakaran di Maui dan New York mencantumkan nama Trucker dalam daftar serta mengunggah foto papan tugas dengan tagar #TruckerRidesWithUs.  Tribunnews

Exit mobile version