Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Jangan Berikan Gadget pada Anak Dibawah 2 Tahun, Jika Tak Ingin ini terjadi..

Wikimedia.org

SLEMAN – Psikolog RSUP Dr Sardjito, Dwi Susiolwati, menyarankan kepada orangtua untuk tidak memberikan gadget kepada anak usia dibawah dua tahun.

Urainya, jika berbicara mengenai dampak gadget pada anak itu tergantung pada kondisi anak,  orangtua dan lingkungan.

“Jadi misalnya dari sisi anak kita lihat dari usianya, kalau anak usia kurang dari dua tahun sudah mendapatkan akses gadget bisa berdampak pada pertumbuhan,” paparnya, Jumat (23/2/2018).

Ia memberi contoh, di usia 5 tahun, jika terlalu dini dikenalkan gadget tentu akan mempengaruhi pencapaian kemampuan perkembangan.

“Jadi anak bisa terlambat bicara, sulit berinteraksi dengan orang lain. Yang paling banyak ditemui di poli tumbuh kembang anak adalah anak terlambat dan sulit interaksi,” lanjutnya.

Karena ketika anak berbicara dan berkomunikasi, maka anak memerlukan interaksi sosial.

Hal ini jika tidak tertangani dapat berdampak pada gangguan yang berat, misalnya yang paling banyak ditemukan adalah keterlambatan berpikir atau tingkat kecerdasan yang menurun.

“Dan dampak paling berat berpengaruh pada autis kalau ada bibit bobot dan bawaan kondisi otak. Karena penyebab autis lebih banyak pada mekanisme otak dan saraf,” ujarnya.

Ia melanjutkan, pada usia 5 tahun pertama kehidupan anak, gadget dapat berdampak pada pencapaian perkembangan anak paling banyak pada komunikasi, aspek interkasi sosial, pergaualan dan sosialisasi kemandirian.

Jika tanda-tanda tersebut telah muncul sejak dini pada usia pra sekolah kalau tidak tertangani dan karakter atau sikap orangtua yang tidak tegas akan berdampak pada tingkat stres anak karena keinginan selalu dipenuhi.

“Keinginan untuk megang gadget itu ditunda kalau anak sudah muncul tingkat kecanduan akan menimbulkan suatu kondisi awalnya stres secara umum, tidak terkelola dengan baik dapat meningkatkan kecemasan anak karena tidak bisa menjauhi gadget sehingga bisa kecanduan gadget,” ujar Dwi.

Sehingga anak sebelum usia dua tahun sebaiknya tidak diberikan gadget sama sekali, karena pada usia ini merupakan masa emas untuk pencapaian perkembangan pada anak.

“Anak belajar menyentuh, membaui melihat langsung. Melihat langsung dengan melihat melalui gadget tentu akan mempengaruhi sensasi pengembangan sensorik tubuhnya dan aspek perkembangan lainnya, jadi disarankan di bawah 2 tahun tidak diberikan gadget,” imbuhnya. Tribunjogja.com

 

Exit mobile version