JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Puluhan Warga di Gondang Protes Bantuan Jamban. Kualitas Dikeluhkan, Nilai Anggaran Njomplang

Senada, warga penerima lainnya,  Suparmin asal Dukuh Baben RT 49, Gondang juga mempertanyakan kebijakan Pemkab tak memberikan bantuan langsung ke penerima. Akan tetapi malah dilimpahkan ke pemborong sehingga kualitas pekerjaan juga di luar harapan warga.

“Lebih baik tidak dapat bantuan kalau begini caranya,  pihak pemerintah  tidak terbuka, tidak transparan, karena warga konplain tidak ditanggapi. Warga saat itu minta untuk membuat  jamban sendiri  sendiri, namun tidak digubris,” ujarnya.

Anggota LSM Formas,  Sri Wahono membenarkan aduan dari warga penerima bantuan jamban itu. Menurutnya dari hasil pengecekan ke lapangan,  hampir sebagian besar penerima memang mengeluhkan kualitas jamban dan nominal material yang dianggap terlalu jauh dari yang seharusnya diberikan.

Baca Juga :  Jatah BLT dan PKH Janda Lansia di Gesi Dipotong Rp 600.000, Anak Langsung Lapor Kecamatan

“Ya memang ketika kami cek ada ketidaksesuaian spek.  Septitank kedalaman hanya satu meter,  jarak kloset dengan septitank dua meter. Dan ironisnya nggak ada penutup atau bilik, ” katanya.

Wahono menyebut dari catatannya, ada 102 warga penerima  bantuan  jamban di Gondang dan sebagian besar mengaku kecewa dengan kualitas dan transparansi dananya.

“Kalau dari hitungan kami waktu cek lapangan,  semua warga hanya diberi material tadi nilainya sekitar Rp 500.000. Upah tukang 70.000 X 2 orang  140.000.. Jadi total hanya sekitar Rp 640.000 per jamban.  Lha sisa Rp 860.000 ke mana?,” terangnya.

Baca Juga :  Nasib Mega Proyek Pasar Nglangon Tinggal 15 Hari, Rekanan Kerahkan 370 Pekerja

Dikonfirmasi,  Kades Gondang,  Eka Hidayanto menyampaikan pihak desa tidak menerima uang akan tetapi hanya meminta dibantu dibuatkan jamban. Menurutnya,  semua dipasrahkan ke tim Puskesmas dibantu dengan Babinsa dan personel TPK.

“Desa nggak bawa uangnya karena kemarin kami hanya minta dibantu dibuatkan jamban. Tapi berkaca dari sebelumnya,  memang saya nggak mau diberikan dalam bentuk uang.  Sebab dulu banyak yang mangkrak dengan alasan nggak ada ongkos tukang,” tandasnya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com