loading...
Kyai Syarif Hidayatullah. Foto/Wardoyo

SRAGEN Pimpinan Ponpes Nurul Huda Gondang Sragen,  Syarif Hidayatullah membuat gebrakan. Tak hanya mencabut dukungan ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), tokoh ulama eksentrik asal Plosorejo,  Gondang itu juga membuat kaget saat menunjukkan tas berisi amplop di rumahnya.

Ulama kharismatik yang akrab disapa Abah Syarif itu menyebut bahwa tas penuh amplop berisi uang itu sengaja disimpan oleh istrinya. Menurutnya,  amplop-amplop yang disimpan di tas itu adalah amplop yang dianggap asal uangnya tidak jelas.

Termasuk di dalamnya,  uang penghasilan putranya,  Bombong Lukito Samudro yang saat ini duduk di kursi DPRD Sragen dari Fraksi PKB. Bombong terpilih sebagai legislator dalam Pileg 2014 lalu.

Kepada wartawan,  Abah Syarif mengatakan selama menjadi wakil rakyat, dia memang mendidik anaknya untuk tidak mengambil uang sepeser pun.

Baca Juga :  Blak-Blakan, Bupati Sragen Soroti Kebijakan New Normal dari Pusat. Sebut Sragen Belum Ajukan New Normal Karena Alasan Ini!

”Sejak pertama menjadi anggota dewan, setiap amplop yang diterima dikumpulkan jadi satu dimasukkan dalam tas itu,” terangnya sembari menunjukkan tas yang didalamnya penuh amplop berisi uang tiap ada kunjungan kerja, Kamis (3/5/2018).

Dia menegaskan rejeki untuk makan yang dimilikinya sudah lebih dari cukup. Mulai dari hasil kebun karet, sawit dan tambang serta rumah makan dinilai sudah banyak.

”Tiap ada uang yang nggak jelas langsung diserahkan ke ibunya dan dikumpulkan jadi satu,” terangnya.

Terkait karier politik anak anaknya nanti, pihaknya tidak khawatir. Sebab selain PKB, Abah Syarif mengklaim sudah banyak partai yang siap mengusung keluarganya.

Pimpinan Ponpes Nurul Huda Plosorejo, Gondang itu secara mengejutkan melontarkan pernyataan memutuskan mencabut dukungan dan minggat dari PKB Sragen. Sikap itu disampaikan Abah Syarif,  Kamis (3/5/2018).

Baca Juga :  Dana BST dan BLT DD di Tanon Sragen Diduga Disunat Hingga Rp 300.000, Sekda Sragen: Tak Boleh Ada Potongan Meski Alasan Pemerataan, Harus Dikembalikan Utuh!

“Saya sudah putuskan saya minggat dari PKB!. Itu sudah saya sampaikan setiap ada kesempatan ketemu masyarakat dimana-mana,” papar Syarif kepada wartawan saat ditemui di Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Huda, Plosorejo, Gondang Rabu (3/5/2018).

Menurutnya, pencabutan dukungan terhadap PKB itu dikarenakan ia melihat PKB yang saat ini dipegang kembali oleh Mukafi, sudah kehilangan ruh demokrasi. Menurutnya, cara pengambilan keputusan di tubuh PKB juga dinilai tidak demokratis lagi.

Aksi minggat dan menarik dukungan ke PKB itu, kata dia,  juga sebagai bentuk sikap ketidakpuasannya atas PKB Sragen saat ini. Wardoyo