Beranda Daerah Solo Soal Aksi Gantung Diri Warga Sambirejo Sragen, BPJS Keberatan Dikaitkan Jadi Pemicu....

Soal Aksi Gantung Diri Warga Sambirejo Sragen, BPJS Keberatan Dikaitkan Jadi Pemicu. Begini Klarifikasinya!

975
BAGIKAN

Tim Inafis Polres Sragen dan Polsek Sambirejo saat mengevakuasi jasad warga Sambirejo yang tewas gantung diri Selasa (3/7/2018) siang. Foto/Wardoyo

SOLO– Pihak Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan melayangkan klarifikasi terkait berita warga Sambirejo, Sragen, Lamin yang gantung diri Selasa (3/7/2018). Mereka membantah aksi nekat Hadi Marno alias Lamin (63) asal Dukuh Sambirejo RT 2, Desa Sambirejo, Sragen itu terkait dengan pengurusan BPJS.

Dalam rilis yang diterima Joglosemarnews.com Rabu (4/7/2018), Kepala BPJS Kesehatan Cabang Solo, Agus Purwono menyampaikan berdasarkan hasil penelusuran pihaknya pada Selasa (3/7/2018), almarhum sudah melakukan kepengurusan pencetakan Kartu Indonesia Sehat (KIS) di Kantor BPJS Kesehatan Kabupaten Sragen.

Kemudian pada saat itu, almarhum juga sudah menerima KIS. “Bapak Lamin merupakan Peserta Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) yang termasuk dalam kategori PBI (Peserta Bantuan Iuran) APBD yang dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Sragen dengan sumber dana APBD Kabupaten Sragen dan sudah terdaftar sejak bulan Februari 2018,” kata Agus melalui rilisnya.

Menurutnya, pihak keluarga almarhum juga membenarkan penyebab kematian Bapak Lamin adalah sakit yang tak kunjung sembuh dan tidak ada hubungannya dengan BPJS Kesehatan.Sementara, salah satu petugas BPJS Solo, Sisca menyampaikan jika klarifikasi disampaikan karena pihaknya keberatan dengan kematian almarhum yang sempat dikaitkan dengan pengurusan BPJS.

Dalam rilis juga dijelaskan bahwa Kartu Indonesia Sehat (KIS) adalah tanda kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang komprehensif pada fasilitas kesehatan melalui mekanisme sistem rujukan berjenjang dan atas indikasi medis.

KIS diterbitkan oleh BPJS Kesehatan untuk seluruh peserta jaminan kesehatan termasuk penerima bantuan iuran (PBI).
Kepesertaan KIS ada 2 kelompok yakni kelompok masyarakat yang wajib mendaftar dan membayar iuran, baik membayar sendiri, ataupun berkontribusi bersama pemberi kerjanya dan kelompok masyarakat miskin dan tidak mampu yang didaftarkan oleh pemerintah dan iurannya dibayari oleh pemerintah. “Kartu lainnya ada Kartu Eks Askes, Eks Jamkesmas, KJS, Kartu JKN BPJS Kesehatan, masih tetap berlaku sesuai ketentuan sepanjang belum diganti dengan Kartu Indonesia Sehat,” tambahnya.

Baca Juga :  Garuda Indonesia Solo Manfaatkan Potensi Putra Daerah Untuk Layani Jamaah Haji

Sebelumnya, Hadi Marno alias Lamin ditemukan gantung diri di pohon jeruk, Selasa (3/7/2018). Saat dikonfirmasi, Kapolres Sragen, AKBP Arif Budiman melalui Kapolsek Sambirejo, ptiwi membenarkan adanya kejadian itu. Menurutnya dari hasil olah TKP,  tidak ditemukan tanda kekerasan atau penganiayaan di tubuh korban. “Korban murni meninggal akibat gantung diri.

Dugaan sementara korban mengalami depresi atas penyakitnya tak sembuh. Sebab dari keterangan kerabat, pagi sebelum kejadian korban sempat mengeluh akan mengurus kartu BPJS. Dia mengeluh gendang telinganya sakit dan bersengung terus. Tapi tahu-tahu siangnya malah gantung diri, ” papar AKP Saptiwi.

Karena kerabat sudah menerima sebagai musibah, jasad korban langsung diserahkan ke keluarga untuk dimakamkan.

Wardoyo