JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Menohok, Mantan Wabup Karanganyar Ini Sebut Gerakan 2019 Ganti Presiden Bisa Picu Kegaduhan! 

Paryono juga menyesalkan tokoh-tokoh yang terlihat dalam aksi tagar 2019 ganti presiden ini. Para tokoh di belakang layar itu tidak memberikan teladan yang baik bagi masyarakat.

“Jika gerakan ini sengaja dilakukan, maka para tokoh yang ada dalam gerakan ini, tidak memberikan teladan yang baik bagi masyarakat,” tandasnya.

Baca Juga :  Innalillahi, Warga PSHT Karanganyar Tewas Kecelakaan di Sragen. Diduga Ditabrak Mobil dari Belakang

Sebelumnya, mantan ketua umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, mengatakan, tagar 2019 ganti presiden, dengan gerakan 2019 tetap presiden, tidak melanggar UU.

“Saya menilai tagar 2019 ganti presiden dan gerakan 2019 tetap presiden, sah-sah saja dan tidak melanggar UU. Karena memang hal itu aspirasi masyarakat. Hanya saja, gerakan tersebut jangan berlebihan yang disertai dengan ujaran kebencian,” ujar Din Syamsuddin dalam salah satu acara di SMA Muhammadiyah Karanganyar Sabtu (01/9/2018). Wardoyo

Baca Juga :  Tolak Kenaikan Biaya Haji, Anggota Komisi VIII DPR RI, Paryono Usulkan Indeks Maksimal Rp 75 Juta Saja
« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com