loading...


tribunjogja.com

MAGELANG – Jika Anda merencanakan untuk berkunjung ke candi Borobudur namun ingin juga ke kota Magelang, mungkin sekarang ini merupakan waktu yang tepat.

Saat ini, pohon-pohon Tabebuya yang bunganya seperti bunga sakura itu sedang mekar-mekarnya.

Rasanya pasti ‘pangling’ ketika berkunjung ke sini.

Dari pantauan Tribunjogja.com, Kota Magelang pun menjelma jadi Negeri Jepang, bak negeri sakura.

Bunga berwarna putih hingga merah muda itu kini sedang rimbun bermekaran di ribuan pohon Tabebuya yang ada di sepanjang Jalan Sarwo Edhi Wibowo, Jalan Soekarno-Hatta, Jalan A Yani, Jalan Tidar, dan Jalan Mayjend Sutoyo.

Jalanan yang biasanya hanya pemandangan hijau saja, jadi nampak berwarna dan semarak.

Apalagi ketika kelopak bunganya berguguran di tepi jalan, benar-benar indah.

Para warga dan pengguna jalan yang kebetulan sedang melintas di jalan-jalan tersebut pun terkagum-kagum dengan pemandangan baru ini.

Bahkan banyak diantaranya yang menghentikan laju kendaraannya untuk sekedar berfoto ria di antara rindang pohon dan indahnya bunga Tabebuya.

Kasi Pertamanan dan PJU Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Magelang, Yetty Setyaningsih, mengatakan, saat sedang berbunga, pohon Tabebuya akan tampak begitu indah.

Baca Juga :  Kecelakaan Permainan Bianglala di Pasar Malam Sekaten Alun-alun Utara Yogyakarta. Begini Kronologinya

Bunga yang mirip bunga sakura ini akan mekar selama dua pekan mendatang.

“Pohon dengan nama latin Tabebuia Chrysotric ini memang hanya berbunga dua kali selama satu tahun dan Oktober menjadi puncak mekarnya bunga Tabebuya. Oleh karena itu, jika ingin mengabadikannya, sekarang ini menjadi waktu yang tepat,” ujar Yetty pada Tribunjogja.com, Jumat (12/10/2018).

Yetty mengatakan, ada kurang lebih 2.000 pohon tabebuya yang sudah ditanam hingga saat ini.

Sebagian besar sudah mulai berbunga.

Pohon asli Brasil ini memiliki bunga berbentuk terompet sehingga seringkali disebut Trumpet Tree.

Warna bunganya pun beragam, dari mulai merah muda, merah, putih, kuning, hingga magenta, menyerupai warna bunga sakura yang ada di Jepang.

Saat musim berbunga, seluruh daun pohon akan rontok.

Sebagai gantinya, ribuan tangkai bunga akan mekar dari tangkainya.

“Tumbuhan ini sangat menarik, sekalipun daunnya tidak mudah rontok, tetapi jika saat musim berbunga hampir seluruh daunnya rontok dan berganti dengan bunga yang penuh warna,” kata Yetty.

Baca Juga :  Hama Tanaman yang Satu Ini Rasanya Gurih dan Renyah, Makanya Banyak Diburu Orang

Yetty mengatakan, bunga tabebuya ini idealnya empat tahun baru berbunga, tetapi penambahan penanaman tabebuya tahun 2016 tak disangka telah berbunga.

Bahkan ukurannya belum terlalu tinggi, baru sekitar 3 meter, seperti di Jalan A Yani.

“Idealnya memang 4 tahun baru berbunga. Tapi yang ditanam tahun 2016 sudah mulai berbunga. Ternyata musim sangat berpengaruh terhadap perkembangan pohon ini,” jelasnya.

Yetty pun berencana untuk mengembangkan tanaman pohon berbunga secara tematik.

Konsep ini mendapat respon positif dari masyarakat.

DLH pun akan segera mengusulkan penambahan pohon jacaranda pada APBD 2019 nanti.

Pohon jacaranda ini mirip dengan tabebuya tapi bunganya lebih rimbun dan warnanya keunguan dan merah muda.

Pohon jacaranda sendiri sudah ditanami di ruas Jalan Pahlawan, Kota Magelang.

Sedangkan untuk tabebuya berada di Jalan Sarwo Edhi Wibowo, depan kompleks PJKA (Jalan A Yani, Kebonpolo), di depan kantor Telkom, Jalan Mayjend Sutoyo, Jalan Majapahit, Jalan Seokarno-Hatta, dan lainnya.

“Respon masyarakat begitu luar biasa ya. Mereka menyambut positif. Kami pun berencana mengembangkan tanaman pohon berunga secara tematik dengan menambahkan pohon jacaranda yang bunganya tak kalah indah dengan Tabebuya,” kata Yetty.

Baca Juga :  Bermain di Jendela, Siswi SD Kanisius Mendadak Terjatuh Dari Lantai 3. Begini Kronologinya

Bunga-bunga tabebuya di sepanjang jalan di Kota Magelang memang begitu indah.

Banyak warga berbondong-bondong menghampiri spot-spot tabebuya hanya untuk berswafoto atau berfoto ria.

Seperti yang dilakukan Anindya, mahasiswi sebuah perguruan tinggi di Kota Magelang.

“Bunganya itu seperti berguguran, hujan tapi bukan air, ini hujan bunga. Makanya saya takjub, dan pangling, seperti bukan di Kota Magelang, tetapi sedang di negeri Jepang,” ujarnya, saat sedang berswafoto bersama rekan-rekannya.

www.tribunnews.com

Loading...