JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Merasa Hak di Pengisian Perdes Dikebiri, Forum Kades se-Sragen Kompak Ajukan Revisi Perbup 10/2018 

Lebih lanjut, Sutrisna menjelaskan wacana mutasi itu sudah disepakati pengurus FKKD. Hal itu juga sudah disoundingkan dengan bupati yang juga mengisyaratkan sinyal sependapat.

Selain tidak ada kewenangan Kades, proses mutasi dan penyaringan penjaringan membuat banyak calon perangkat yang terpilih, Kades tak mengetahui dedikasinya.

Bahkan tak sedikit calon terpilih yang berasal dari luar desa.

“Misalnya di Gawan diisi orang Sragen padahal kita kan nggak tahu kesehariannya kayak apa. Makanya teman-teman FKKD menghendaki harus ada penilaian dari Kades. Dedikasi dan prestasi Kades bisa dimasukkan,” terangnya.

Baca Juga :  Prakiraan Cuaca Hari Ini Sabtu, 27 November 2021: Wonogiri dan Sragen Hujan Lebat, Sedangkan Kota Solo Hujan Sedang

Sementara Ketua Panitia Pengukuhan Pengurus FKKD Sragen, Heru Setyawan mengatakan, sejak terpilihnya kepengurusan pada 7 Februari 2018 lalu memang baru bisa dikukuhkan sekarang. Hal itu lantaran padatnya jadwal di masing-masing desa yang sedang mengadakan penjaringan perangkat desa.

“Ya karena jadual padat, sehingga baru sekarang pengukuhan dilakukan,” ujar Heru Setyawan.

Dia menambahkan, pengukuhan ini juga dihadiri 157 kepala desa dari 1996 desa di Kabupaten Sragen. Sedangkan pengurus FKKD yang dikukuhkan oleh Bupati Yuni masing-masing Kades Gawan Sutrisna sebagai Ketua FKKD, Kades Jetak Siswanto sebagai Wakil Ketua, Kades Krebet Anggun Mahardika sebagai Sekretaris, Kades Tangkil Agus sebagai Sekretaris 2, Kades Tegalrejo Heru Setyawan sebagai Bendahara dan Kades Krikilan Widodo sebagai Bendahara 2. Wardoyo

Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua