Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Parno, Sosok Tangguh yang Muncul dalam TMMD Sukorejo

Parno (48) warga dusun Setono Desa  Sukorejo tengah ikut dalam program TMMD di Sukorejo, Rabu (23/10/2018) Foto: Wardoyo

SRAGEN—Keterbatasan atau kekurangan  seseorang  terkadang menjadi penghalang untuk berbuat dan bertindak sesuatu. Namun hal itu tidak berlaku untuk Parno (48 tahun) warga dusun Setono Desa  Sukorejo.

Kondisi dan keadaan yang sekarang dia alami, jelas Parno tak akan menyurutkan niatnya untuk selalu bekerja dan berbuat yang terbaik demi kemajuan desanya.  Hal ini terlihat ketika program pembuatan embung yang tengah di kerjakan di Desa Sukorejo dalam rangka TMMD Reg ke 103 Kodim 0725/Sragen, Rabu (24/10/2018).

“Walaupun keadaan saya seperti ini, saya tetap akan bekerja. Bagi saya,  membangun desa adalah kewajiban bagi setiap warga yang merasa memiliki akan desanya” kata Parno, Rabu (24/10/2018).

Pagi tadi dirinya nampak  dengan semangat dan tak kenal lelah mengangkat bongkahan batu dengan tangannya. Walaupun  tangan kanannya terlihat  tak senormal  tangan kirinya, namun ia tetap percaya diri dan  tetap tanpa ragu mengangkat batu tersebut untuk di jadikan bahan pondasi embung yang di buat di desanya.

Hal senada juga di ungkapkan oleh seorang anggota Satgas TMMD yakni Sertu Budi Suwarto (44 tahub) anggota Ramil Sumberlawang. Dirinya mengatakan ” Mas… Pak Parno ini selalu rajin datang dan semangat dalam bekerja. Kalau saya sampai kalah semangat dengan pak Parno, saya merasa malu nantinya mas”.

Keadaan yang dialami Parno ini berawal dari kecelakaan kerja sekitar tiga tahun lalu. Dirinya harus kehilangan pergelangan kanan kanannya yang putus terkena mesin gergaji kayu pada saat ia bekerja.

Walaupun dirinya kehilangan sebagaian anggota badannya, ia masih tetap bersyukur karena masih di berikan kesehatan dan panjang umur sehingga dapat bekerja dan melakukan pekerjaan positif untuk membangun desanya melalui program pembangunan embung pada TMMD Reg ke 103 Kodim 0725/Sragen seperti saat ini.

Sungguh,  suatu hal yang bisa di jadikan contoh bahwa sebenarnya keterbatasan fisik seseorang bukanlah penghalang untuk selalu berbuat dan bertindak yang terbaik demi kemajuan desa dan demi masa depan yang lebih baik. Marwantoro S

Exit mobile version