loading...
Loading...
Nano Priyanto saat berpose dengan latar belakang aunthurium jenmaniinya. Foto/Istimewa

SRAGEN- Hobi memang tak memandang  profesi dan intensitas kesibukan seseorang. Terkadang profesi super sibuk pun tak menghalangi seseorang untuk menyalurkan hobinya meski harus menyita waktu.

Salah satunya yang tergambar pada diri Nano Priyanto. Di tengah kesibukannya sebagai pengajar di salah satu SMK kesehatan di Sragen, Jawa tengah, ternyata ia masih menyempatkan diri menyalurkan hobinya di bidang tamaman hias.

Ya, siapa sangka, Nano bahkan dikenal sebagai seorang wirausahawan muda dan pecinta berat tanaman hias.

Nano, sapaan akrabnya, juga nyaris tak pernah melewatkan untuk meluangkan waktunya demi merawat tanaman hias. Berbagai jenis tanaman hias dia koleksi dan bahkan ia budidayakan.

Baca Juga :  Lapas dan Polres Sragen Bentuk Tim Khusus Buru Napi Cilik Yang Kabur Jebol Plafon dan Genting Kamar Tahanan 

Anthurium “Jenmanii” salah satunya. Saat ditemui Selasa (27/11/2018) menuturkan merawat dan membudiyakan tanaman hias adalah  hobi yang telah digelutinya sejak kuliah. Menurutnya, hobinya itu menambah semangatnya dalam berwirausaha dan bekerja semakin tinggi.

“Bagi saya, hobi merawat tanaman hias ini punya banyak manfaat. Selain lebih produktif dalam bekerja, hobi ini juga mampu mengobati rasa lelah setelah seharian bekerja, mengurangi stres,serta dapat meningkatkan gairah kerja,” paparnya.

Nano saat menunjukkan tiga varian tanaman hias jenmanii unggulannya yang merebut juara di Kontes Aunthurium Nasional 25 November 2018. Foto/Istimewa

Dengan menekuni hobi bercocok tanam ini, Nano mengakui telah membuka keran silaturahminya hingga memiliki banyak teman, saudara dan relasi dari berbagai lintas generasi. Mulai dari yang muda hingga tua, bahkan lintas daerah dari Aceh hingga Papua.

Baca Juga :  Gembong Pencuri Diesel Sawah asal Jenar Digiring ke Kejaksaan Sragen. Pelaku Selalu Bawa Bronjong Untuk Angkut Diesel Curian

Ia menuturkan perawatan tanaman Jenmanii sendiri sebenarnya sangat mudah. Ia biasa melakoninya setelah pulang kerja meluangkan waktunya 2 sampai 3 jam untuk berdekatan dengan tanamannya.

“Macam-macam kegiatannya.  Penyiraman rutin setiap 2 hari sekali, pengembunan setiap malam, pemupukan untuk akar dan daun 1 minggu sekali serta penataan daun dan akar setiap minggunya. Ya harus telaten,” urainya.

Aunthurium jenmanii varian baru berbanderol Nano Emas Hijau

Nano membudidayakan berbagai jenis Jenmani kelas atas. Di antaranya Mangkok Varigata, Mangkok Hijau, Varian Cobra Varigata, Varian Vobra Hjjau dan Hokery Pink dengan brand Nano Emas Hijau.

Baca Juga :  3 Kali Ganti Kajari, Kasus Dugaan Penyimpangan Komputer SID Sragen Senilai Rp 3,9 Miliar Makin Tak Jelas. Pelapor Siap Bawa ke Kejagung! 

“Kenapa saya berikan brand Emas Hijau, karena dari daun Hijau memiliki nilai jual yang tidak kalah dengan Emas murni 24 karat,” terangnya.

Banyaknya varian yang rata-rata kelas atas yang ia budidaya, membuatnya tak pernah absen mengikuti Latber dan Kontes Nasional.

Bahkan baru-baru ini pada tanggal 25 Nopember 2018, varian tanaman hiasnya sukses menyabet lima piala dalam kontes Nasional yang dihadiri oleh anggota komunitas Anthurium seluruh Indonesia di Kemuning, Ngargoyoso.

“Semua itu nggak lepas dari hasil kerja keras merawat tanaman Anthuirum Jenmanii yang kami tekuni,” jelasnya. Wardoyo

Iklan
Loading...