JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Seorang ART Berhasil Melarikan Diri Dengan Melompat Dari Lantai 3 Setelah Disekap Selama 2 Bulan di Ruko PTC Mall Palembang

Ilustrasi kekerasan dalam rumah tangga.

PALEMBANG — Seorang Asisten Rumah Tangga (ART) Wayan Indah Kusuma Dewi asal Lampung disekap di salah satu Ruko di komplek pertokoan Palembang Trade Center (PTC).
Saat ini polisi terus mendalami kasus ini.

Kapolda Sumatera Selatan, Inspektur Jenderal Zulkarnain Adinegara membenarkan adanya penyekapan salah seorang tenaga kerja di salah satu komplek pertokoan tersebut.

Dari laporan yang diterimannya kejadian tersebut tidak hanya menyekap tetapi juga merampas barang milik korbannya.

“Menurut Kasat Serse Polresta kasus ini sudah diproses dengan pasal 333 KUHP (sementara) yaitu pasal penyekapan dan bisa juga ditambahkan pasal lain seperti masalah perampasan barang jika terbukti dan pelanggaran terhadap ketenaga kerjaan (UU Tenaga Kerja),” ujarnya, Selasa (25/12).

Baca Juga :  Penerimaan Peserta Program Kartu Prakerja Sudah 98 Persen, Kuota Gelombang 10 Hanya 116.265 Orang

Sebelumnya, Wayan Indah Kusuma Dewi, wanita asal Lampung disekap selama dua bulan.

Dirinya yang datang ke Palembang untuk bekerja, disekap dan tidak mendapatkan haknya sebagai karyawan.

Tak tahan, dirinya memilih melompat demi meloloskan diri.

Wayan menggunakan kain yang sudah diikat untuk memuluskan pelariannya dari lantai 3 ruko. Meski berhasil keluar, dirinya mengalami luka dan patah tangan.

berupaya meloloskan diri dengan cara melompat dari ruko lantai tiga PTC Mal Palembang menjadi perhatian Kapolda Sumsel Irjen Pol Zulkarnain Adinegara.

Baca Juga :  Pemerintah Siapkan Rp 3 Triliun untuk Program Vaksinasi

Wayan Indah Kusuma Dewi yang selamat dengan luka patah tangan dan kini dirawat di RS Hermina mengaku disekap dan tak digaji.

Saat ini pihak kepolisian masih mengembangkan kasus tersebut. Kapolsek IT II Palembang, masih menunggu laporan dari pihak korban untuk segera ditindak lanjuti.

“Sampai sekarang belum ada laporan, kami masih menunggu dari pihak korban untuk membuat laporan. Kami juga tidak tahu siapa majikannya, karena korban belum bisa ngomong,” ujarnya.

www.tribunnews.com