loading...
Loading...

SOLO – Ketegangan terjadi di LP Solo ketika sejumlah massa menggeruduk LP Kelas IA yang terletak di jalan Slamet Riyadi, Solo Kamis (10/1/2019). Ratusan massa datang dengan mengendarai sepeda dengan menggunakan penutup muka itu berteriak-teriak di depan rutan.

Petugas bersenjata lengkap dari Polresta Surakarta bertindak cepat dengan melakukan blokade di depan pintu masuk rutan.

Satu unit mobil water canon juga disiagakan di seputar rutan. Massa berteriak dan memaksa agar bisa masuk ke rutan yang terletak di pusat kota Solo ini. Mereka menolak diajak bernegoisasi. Sempat terjadi ketegangan dengan petugas. Meski memanas bentrokan antar kedua kubu bisa dihindari.

Baca Juga :  Ada Perbaikan Drainase, Jalan RM Said Jadi Searah, Begini Rekayasa Lalu Lintasnya

“Tidak ada negoisasi, kami menolaknya,” jelas salah satu peserta aksi, Kamis (10/1/2019).

Saat melihat banyak media yang datang dan mengambil gambarnya mereka melarang untuk meliput. Alasannya mereka memang tidak ingin diliput dan tidak mau dilakukan negoisasi mereka hanya menginginkan seseorang (Walet) yang saat ini sedang berada di dalam rutan Solo.

Baca Juga :  HUT ke-73,  Rudy: Pegawai Harus Disiplin dan Ikhlas Melayani

Informasi yang berhasil dihimpun dari lokasi, kehadiran massa ke rutan Solo merupakan imbas kejadian sebelumnya, Dimana salah satu perwakilan dari mereka membesuk rekan mereka bernama Ichsan ada di rutan sekira pukul 09.30 WIB.

Belum diketahui apa pemicu insiden tersebut. Namun untuk mengantisipasi kejadian yang sama terjadi lagi pihak kepolisian terpaksa melakukan evakuasi pada salah satu napi yang dipermasalahkan oleh kelompok massa yang datang.

Baca Juga :  Dongkrak Kinerja Petugas, Terminal Tirtonadi Gelar Tirtonadi Award

Dengan menggunakan kendaraan Rantis dengan pengawalan petugas melakukan evakuasi. Akibat kejadian tersebut arus lalu lintas di depan rutan sempat terganggu. Hingga saat ini belum ada keterangan resmi, baik dari pihak Rutan maupun dari aparat kepolisian.

Tim JS News

Loading...