loading...
Loading...
Sosial Media

SOLO- Kericuhan terjadi di Rutan Kelas IA Surakarta, Kamis (10/1/2019). Sekelompok massa terlihat menggeruduk Rutan.

Usut punya usut, peristiwa tersebut diawali dari saling ejek yang dilakuman antar napi dan pembesuk. Kejadian berawal saat puluhan pembesuk mendatangi Rutan sekira pukul 09.00 WIB. Saat itu, mereka membesuk seorang napi berinisial IC. Usai melakukan besuk, puluhan orang dari kelompok ormas itu keluar dari Aula Rutan yang digunakan sebagai ruang besuk.

Baca Juga :  Peringati HUT ke-74 RI, Lorin Group Gelar Upacara Bendera

Tiba-tiba, terjadi saling ejek antara narapidana dengan puluhan pembesuk itu yang mengakibatkan gesekan terjadi. Dari sebuah video yang beredar ke sejumlah grup whatsapp, terlihat aksi saling lempar terjadi antara napi dan kelompok ormas pembesuk dari luar Rutan Solo. Mereka melempar pecahan pot yang ada di dalam Rutan tersebut.

Sementara itu, peristiwa tersebut berdampak hingga luar Rutan dimana pesonel keamanan juga terlihat berjaga di sekitar lokasi kawasan Rutan Solo. Sebuah kendaraan taktis (Rantis) jenis Baracuda dam water cannon juga telah disiapkan mengantisipasi hal tidak diinginkan. Ratusan massa berkumpul di luar Rutan dan berteriak-teriak sembari mendesak petugas supaya mengizinkan mereka masuk.

Baca Juga :  Diduga Emosi dan Cemburu, Andreas Warga Baki Sukoharjo Tusuk Perut Pacar Istrinya dengan Pisau Dapur. Ini yang Terjadi

“Tidak ada negosiasi!,” tandas mereka.
“Al Jihad! Al Jihad!,” teriak mereka.

Sementara itu, Waka Polresta Solo, AKBP Andy Rifa’i saat ditemui wartawan di lokasi mengungkapkan, peristiwa yang terjadi di Rutan Solo hanya kesalahpahaman saja antara kelompok orang yang membesuk dengan narapidana penghuni Rutan.

Baca Juga :  PT KAI Daops 6 Selesaikan Pembangunan Jalur Ganda Solo-Kedung Banteng

“Hanya salah paham saja. Saling ejek, lalu terjadi seperti itu,” tukasnya.

Terpisah, Kepala Pengamanan Rutan, Andi Rahmanto mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan penanganan peristiwa gesekan tersebut.

“Nanti kami kabari, saat ini masih kami tangani,” katanya singkat.

Triawati PP

Iklan
Loading...