
MADIUN – Polres Madiun Kota berhasil membongkar prostitusi online di kota Madiun, Minggu (13/1/2019) malam. Dalam kasus itu polisi telah menetapkan dua muncikari berinisial CC (23) dan AR (25) sebagai tersangka.
Muncikari berinisial AR ditangkap di hotel Kartika Abadi, di Jalan Pahlawan, Kota Madiun. Sedangkan muncikari berinisial CC ditangkap di warung kopi di sekitar Demangan, Kota Madiun.
Sementara itu, dua wanita yang diamankan dari dalam kamar 101 dan 102, Hotel Kartika, berinisial ER (25) warga Dagangan, Kabupaten Madiun, dan AN (17) warga Jalan Cokroaminoto, Kota Madiun, sebagai saksi korban.
Kasubbag Humas Polres Madiun Kota, AKP Ida Royani, mengatakan, sebelum ditangkap, para tersangka mereka melakukan transaksi melalui media sosial Facebook.
“Awalnya melalui Facebook, setelah ada yang tertarik dan berminat, kemudian muncikari itu melanjutkan komunikasi melalui WA. Kemudian berlanjut ke hotel,” kata kata AKP Ida, kepada Tribunjatim.com, Senin (14/1/2019).
Untuk menggunakan jasa perempuan itu, pria hidung belang harus merogoh uang mencapai Rp 1 juta untuk satu perempuan.
Harga tersebut merupakan nilai yang telah dibanderol oleh sang muncikari. Nantinya uang tersebut akan dibagi dua antara muncikari dan perempuan tersebut.
Untuk setiap PSK mendapatkan jatah atau bagian yang berbeda-beda dari muncikari mereka. Kisaran Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu, untuk sekali melayani.
“Untuk yang AN berusia 17 tahun dikasih bagian Rp 400.000. Sehingga, dari dua transaksi itu muncikari mendapatkan keuntungan Rp 1,1 juta. Itu dibagi menjadi dua untuk dua muncikari,” imbuhnya.