JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Akhiri Masa Menyeramkan, 41 Napi Lapas Sragen Ikuti USBN Kejar Paket B dan C. Satu Napi Berpeluang Dapat Beasiswa ke Perguruan Tinggi

Indra mengatakan USBN dan kejar Paket di Lapas Sragen kali ini diberikan yang pertama kali setelah beberapa puluh tahun sempat vakum dan terhenti.

Semua pembelajaran ia gratiskan. Bahkan perabot buku dan bolpoin untuk peserta pun ia belikan.

“Kami memahami bagaimana mereka karena saya dulu pernah bertugas di Lapas. Jadi tahulah. Hampir sebagian besar orang-orang di Lapas itu kepercayaan dirinya hilang. Makanya saya tergerak membantu memberikan pendidikan kejar Paket. Memompa motivasi mereka. Saya selalu sampaikan banyak di antara mereka yang masuk Lapas itu juga enggak salah. Nasib orang kan tidak tahu. Sekarang jadi begini, siapa tahu nanti sudah keluar bisa berubah lebih baik,” terang Indra.

Baca Juga :  Siswa Lulus 100 %, SMPN 2 Sragen Usung Slogan Baru Semua Makin Bisa. Orangtua Dipesan Jangan Paksa Kehendak Anak!

Kalapas Kelas II A Sragen, Yosef Benyamin Yembise menguraikan program Kejar Paket bagi napi itu sengaja digagas untuk menghidupkan kembali fungsi Lapas sebagai tempat pemasyaratakan, persiapan dan kemandirian bagi napi.

Ia mengakui Kejar Paket itu dihidupkan kembali setelah sempat vakum lantaran Lapas Sragen berada di masa-masa menyeramkan.

“Semua tahu, waktu lalu Lapas Sragen kan sangat menyeramkan. Tidak tertib, ada peredaran narkoba yang dikendalikan dari dalam. Sehingga menghambat kegiatan kemandirian. Sejak penataan saya menjabat September, upaya-upaya normalisasi kita lakukan. Sejak Januari 2018 kita rintis kembali pembinaan kemandirian dan kepribadian lewat Kejar Paket dan hari ini ada 41 warga binaan akhirny bisa ikuti ujian paket B dan C,” ujarnya.

Baca Juga :  Berkas Lengkap, Panitia Pilkades PAW Singopadu Tetapkan 6 Nama Sebagai Bakal Calon. Polisi Sempat Berjaga-Jaga

Kalapas kelahiran Papua itu menjelaskan Kejar Paket dihidupkan kembali dengan tujuan membekali Napi dengan ilmu pengetahuan. Hal itu dalam rangka pemenuhan hak mereka untuk mendapatkan pendidikan meski berada dalam keterbatasan.

“Dengan ikut Kejar Paket mereka akan dapat ijazah yang nanti bisa dipergunakan untuk melanjutkan sekolah atau mencari kerja ketika mereka keluar. Sehingga SDM mereka bisa meningkat, jadi ketika bebas menjalani hukuman mereka keluar tidak cuma-cuma tapi ada sesuatu nilai lebih dan ijazah yang bisa digunakan untuk menatap masa depan kehidupan yang lebih baik,” tandasnya. Wardoyo

 

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua