JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Boyolali

Water.org dan Danone-AQUA Tingkatkan Akses Air dan Sanitasi Melalui Kredit Mikro

Dana tersebut digunakan untuk melakukan pengeboran sumur serta membangun jaringan pipa distribusi baru.  Hingga Oktober 2018, program itu berhasil meningkatkan pelayanan kepada 45 sambungan rumah (SR) baru.

Lebih lanjut, Rachmad Hidayad selaku Senior Program Manager Water.org mengatakan, sejak 2014, Water.org mendampingi lembaga keuangan dalam memberikan kredit air dan sanitasi baik untuk rumah tangga maupun kelompok SPAMS perdesaan.

Lebih dari Rp 350 miliar telah disalurkan dengan tingkat pengembalian cukup tinggi, yaitu sekitar 98 persen. Hal itu, menurut Rachmad, menunjukkan bahwa pembiayaan air dan sanitasi merupakan bisnis potensial untuk lembaga keungan.

“Selain juga memiliki resiko yang relatif kecil, namun mampu memberikan manfaat sosial yang cukup besar,” bebernya.

Sementara itu, Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone-Indonesia menjelaskan, kolaborasi itu bertujuan meningkatkan  akses air bersih bagi warga di daerah yang aksesnya terbatas.

Baca Juga :  Konsinyasi Disetujui, Keluarga di Dukuh Klinggen Guwokajen Boyolali Ini Berharap UGR Proyek Tol Solo-Jogja Segera Cair

“Kolaborasi ini sejalan dengan visi Danone One Planet One Health, di mana kesehatan lahir tidak hanya melalui makanan, minuman, atau gaya hidup masyarakat, tetapi juga dari lingkungan yang juga sehat,” jelasnya.

Program tersebut, sebut Karyanto, juga sejalan dengan komitmen untuk terus mendukung tercapainya target SGDs tahun 2030.

“Untuk itu penting bagi kami mendukung inovasi dan inisiatif yang baik ini melalui cara yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat,” jelas Karyanto.

Sebagaimana diketahui, ketersediaan air bersih yang belum merata di Indonesia masih menjadi isu penting. Dalam persoalan itu, kemudahan akses terhadap air bersih dipercaya sebagai salah satu cara memutus mata rantai kemiskinan serta menjaga rantai kehidupan.

Meski dalam 20 tahun terakhir tingkat pendapatan dan ekonomi Indonesia meningkat, namun dari 255 juta penduduk, lebih dari 33,4 juta kekurangan air bersih dan 99,7  juta kekurangan akses ke fasilitas sanitasi yang baik.

Baca Juga :  PN Boyolali Sahkan Konsinyasi 10 Bidang Tanah Terimbas Tol Solo-Jogja, Berapa Nilainya?

Sementara untuk pencapaian program itu, dibutuhkan sumber daya dan pembiayaan yang besar.  Menurut data dari Kementerian PUPR, sampai akhir 2018, masyarakat  yang mendapatkan layanan air minum dan sanitasi yang baik  baru sekitar 72 persen.

Untuk itu, pemerintah gencar  melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak untuk bisa memenuhi target yang telah ditetapkan.

Kepala Satuan Kerja Pengembangan Air Minum Berbasis Masyarakat, Direktorat Pegembangan Sistem Penyediaan Air Mimum, Dirjen Cipta Karya, Kementerian PUPR, Abdul Hakam, ST MM berharap upaya tersebut mampu menggerakkan Kelompok SPAMS pedesaan agar lebih berkelanjutan dan berdaya guna bagi masyarakat.  suhamdani

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com