loading...
Loading...
Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana nasional (BKKBN) bekerjasama dengan UNFPA (United Nations Population Fund)

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana nasional (BKKBN) bekerjasama dengan UNFPA (United Nations Population Fund) tahun ini menyusun Laporan Situasi Kependudukan Dunia atau State of World Population Report (SWOP) dengan tema “Permasalahan Tersisa: Perjuangan Hak dan Pilihan untuk Semua”.

Laporan SWOP 2019 ini membahas beberapa capaian besar dalam bidang kesehatan dan hak reproduksi dan seksual, termasuk keluarga berencana sejak tahun 1969.  Di Indonesia, peluncuran SWOP dilaksanakan  Sabtu, 27 April 2019 yang dilaksanakan di Hotel Sunan Solo, Sabtu (27/4/2019).

Baca Juga :  Semnas Civil Week UNS 2019: Mengkaji Perencanaan Infrastruktur Pemindahan Ibu Kota Negara

Acara peluncuran dihadiri wakil Wakil Walikota Solo Achmad Purnomo, Deputy Regional Director UNFPA APRO Annette Sachs Robertson juga Pejabat Tinggi Pratama BKKBN, Koalisi Kependudukan, Mahasiswa dan Dosen Universitas Sebelas Maret (UNS), Mahasiswa dan Dosen Perguruan Tinggi Swasta yang ada di Solo Raya.

Peluncuran SWOP bertujuan untuk mendiskusikan pencapaian, tantangan, dan rekomendasi program terkait kesehatan dan hak reproduksi, termasuk keluarga berencana, baik secara global di dunia maupun di Indonesia.

Sekretaris Utama BKKBN, H.Nofrijal menyampaikan jika Indonesia merupakan salah satu negara penandatangan berbagai instrumen hak asasi manusia. Indonesia juga memiliki komitmen terhadap berbagai program pembangunan kesehatan dan keluarga berencana yang tertuang dalam Program Aksi ICPD.

Baca Juga :  Produk Kopi Asmara Ciptaan Siswa SMK Citra Medika Sragen Mendadak Ramai Diburu. Apa Istimewanya? 

Termasuk di dalamnya kemitraan global keluarga berencana yang dikenal dengan Family Planning 2020 (FP2020) yang dicanangkan di tahun 2012.

“Indonesia bagian terpenting dalam perjuangan kependudukan dan kemakmuran Internasional. Dalam ICPD Kairo 1994, Indonesia masuk dalam salah satu negara inisiatornya,” paparnya kepada awak media, Sabtu (27/4/2019).

Baca Juga :  Pilwakot Solo 2020, Dampingi Gibran Awal Hingga Akhir Acara, Ginda Tak Menolak jika Dipasangkan dengan Putra Jokowi

FP 2020 ini  bertujuan untuk mendukung hak-hak setiap perempuan untuk dapat menentukan, secara bebas, dan untuk diri mereka sendiri. Apakah mereka ingin memiliki anak, kapan akan memilikinya, dan berapa jumlah anak yang ingin dimiliki.

FP 2020 juga menekankan kerjasama antara pemerintah, masyarakat sipil, organisasi multilateral, pihak donor, pihak swasta, dan lembaga riset dan mitra pembangunan dengan target global untuk memberi kemudahan akses kontrasepsi kepada sedikitnya 120 juta tambahan perempuan (additional users) pada tahun 2020.

Tim JSNews

Loading...