loading...
Loading...
Rutan Klas IA Surakarta melakukan pemusnahan barang bukti temuan barang hasil operasi kamar yang dilakukan oleh petugas mulai dari tahun 2018-2019

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM– Dalam rangka memperingati hari Bakti Kemasyarakatan ke 55 tahun 2019,  Rutan Klas IA Surakarta  melakukan pemusnahan barang bukti temuan barang  hasil operasi kamar yang dilakukan oleh petugas mulai dari tahun 2018-2019. Yang mengejutkan, dari ratusan barang terlarang yang dimuskankan ternyata ada barang yang tak lazim ada di kamar sel, seperti box musik, 25 alat judi dadu dan mesin tato.

Kepala Rutan Klas 1A Surakarta, Ulin Nuha sampaikan sebelum masuk rutan, mereka sudah diberitahukan barang apa saja yang boleh dibawa dan dilarang dibawa saat masuk dalam rutan.

Baca Juga :  Solopeduli Nominator "Mitra Kemaslahatan" Dalam Milad BPKH

“Barang yang disita petugas merupakan hasil operasi kamar selama tahun 2018 – 2019 yang kami sita,” jelasnya kepada wartawan, Sabtu (27/4/2019).
Barang temuan yang disita dan akhirnya dimusnahkan hari ini diantaranya musik box, 41 hp, 30 kartu perdana, 12 alat judi dadu, 25 charger, 57 alat pencukur jenggot.
Kemudian 1 buah mesin tato, kemudian 6 gunting stainless, 9 sendok stainless dan 29 pisau.

“Karena itu adalah barang-barang yang dilarang di Rutan Surakarta. Sehingga memang harus dilakukan penyitaan setiap kita lakukan razia,” terang Ulin Nuha.

Menurutnya, bagi mereka para tahanan yang memiliki barang tersebut pihak Rutan memberikan sanksi tegas. Karena bagi tahanan yang baru masuk sudah disampaikan barang apa saja yang boleh dibawa dan apa saja yang dilarang dibawa masuk ke Rutan.
Sehingga tidak ada alasan lagi ketika dirazia ada temuan akan ditindak tegas.

Baca Juga :  Rugikan Rp 50 Juta, 2 Penipu Bermodus Penggandaan Uang Diringkus Polisi

Kalau ada temuan HP maka akan dilakukan tindakan akan di sel sementara waktu. Termasuk bagi pemilik senjata tajam (sajam) juga dimasukkan dalam sel.

“Hukuman bagi narapidana yang membawa barang terlarang, mereka ditempatkan di Ada kamar ukuran kecil dan fentilasi terbatas untuk ruang gerak juga sangat terbatas,” tandasnya.

Baca Juga :  Lanud Adi Soemarmo Anjangsana ke YPAC Surakarta

Kemudian, apabila ada temuan narkoba akan diberikan sanksi administrasi Register F. Dimana mereka tidak bisa mengurus remisi, pembebasan bersyarat, cuti bersyarat dan program binaan lainnya.

“Alhamdulillah untuk kasus narkoba di Rutan Solo masih ‘zero’,” paparnya.
Disampaikan juga oleh Ulin Nuha barang-barang yang masuk tersebut ditengarai berasal dari para pengunjung. Meski pihaknya sudah melakukan penggeledahan, namun untuk HP tetap saja ada yang lolos.

“Alasannya untuk komunikasi dengan keluarga. Belum ada temuan atau info HP itu untuk transaksi narkoba,” pungkasnya.

Tim JSNews

Iklan
Loading...