JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Mobilisasi Siswa SMA/K Sambut Kunjungan Presiden ke Sragen Dikritik. Tim BPN Tuding Pemkab Tak Paham Aturan! 

Sekretaris dinas pendidikan dan kebudayaan ksb sragen.” 

Sriyanto menilai edaran dan pengerahan siswa SMA dan SMK itu mencerminkan Pemkab tak paham aturan. Menurutnya, dalam UU No 32/2014 tentang Pemerintah Daerah sudah mengamanahkan bahwa pengelolaan SMA/K menjadi kewenangan propinsi bukan lagi di bawah wewenang kabupaten atau bupati.

“Patut diduga memang upaya pengerahan massa dan siswa yang tidak sesuai aturan. Menurut kami ini bentuk arogansi mengerahkan PNS dan siswa karena hari libur. Saya menilai Pemkab enggak paham aturan kalau SMA dan SMK itu kewenangannya di provinsi. Daerah atau bupati nggak berwenang,” papar Sriyanto kepada wartawan, Rabu (3/4/2019) pagi.

Baca Juga :  2 Sekolah di Sragen Hancur Tertimpa Pohon Besar. Kerugian Puluhan Juta

Dia juga menyoroti kehadiran Presiden di Sragen juga masih bias lantaran selama ini Presiden cuti atau tidak juga menurutnya belum jelas.

Sriyanto menengarai pengerahan PNS dan siswa menyambut kehadiran Presiden Jokowi dimungkinkan karena Sragen sebelumnya dihadiri Sandiaga Uno dengan sambutan ribuan millenial.

“Rakyat bisa menilai. Enggak jadi soal,silakan kalau mereka mau menggunakan alat negara dan kekuasaan untuk mobilisasi siswa dan PNS. Menurut kami ini cermin pola-pola untuk bangun opini bahwa Sragen lebih baik untuk mereka. Silakan kita akan catat itu sebagai cara-cara tidak elegan,” lanjutnya.

Sriyanto berharap Bawaslu cermat mengawasi. Jika kegiatan dimanfaatkan untuk kepentingan politik, menurutnya harus ditindak tegas.

Baca Juga :  Ini Jurus Jokowi Agar Negara Lain Bergantung ke RI

Terpisah, Sekda Sragen Tatag Prabawanto tak menampik instruksi pelibatan siswa untuk menyambut kunjungan Presiden. Menurutnya hal itu wajar sebagai bentuk penghargaan kepada Presiden sebagai pemimpin negara yang berkunjung ke daerah.

Senada, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati menegaskan kehadiran Presiden dalam kapasitas sebagai Presiden RI dan hadir sebagai kunjungan kerja. Menurutnya jika kapasitas kehadiran sebagai Capres, tentu PNS tidak akan dikerahkan untuk menyambut.

“Bahkan saya meminta PNS untuk datang. Karena yang hadir Presiden. Kita semua ada hierarkinya. Sebagai bentuk penghormatan kepada pimpinan,” paparnya. Wardoyo

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com