JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pemerintah Indonesia berhasil menyelamatkan uang negara senilai Rp 6,68 triliun melalui kemenangan atas gugatan yang dilayangkan Indian Metal Ferro & Alloys Limited (IMFA).

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, dengan dimenangkannya gugatan itu, pemerintah dapat menyelamatkan uang negara sebesar US$ 469 juta.

“Nilai itu setara dengan Rp 6,68 triliun,” ujar Sri Mulyani Indrawati seusai menggelar pertemuan dengan Jaksa Agung M Prasetyo di kantor Kejaksaan Agung, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Senin (1/4/2019).

Baca Juga :  Breaking News, PPKM Kembali Diperpanjang Mulai Malam Ini, Bali Turun ke Level 3. Obyek Wisata Pantai Kuta Mulai Dibuka

Gugatan itu menyoalkan perkara perizinan tambang di perbatasan Barito Timur, Barito Selatan, dan Tabalong.

Advertisement

Semula, IMFA menuntut Indonesia membayar ganti rugi senilai US$ 581 juta atau sekitar Rp 7,5 triliun. IMFA mengklaim, perusahaan mengalami kerugian akibat izin usaha pertambangan atau IUP yang dikeluarkan pemerintah tumpang tindih dengan tujuh perusahaan lain.

Baca Juga :  Lima Provinsi Ini Masih Kedodoran Kejar Target Vaksinasi Covid-19, Masih di Bawah 20 Persen

IMFA, yang mendapatkan hak pertambangan PT Sumber Rahayu Indah, menyatakan rugi lantaran tidak bisa menambang akibat batas wilayah tidak jelas.

Perusahaan asal India itu lalu mendaftarkan gugatannya ke forum arbitrase internasional atau Permanent Court of Arbitration pada 24 Juli 2014.

 

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua