loading...
Loading...
Foto/Humas Polda

PEKALONGAN, JOGLOSEMARNEWS.COM– Kepolisian Resor Pekalongan Kota, Polda Jateng, membekuk seorang tersangka narkotika dan obat terlarang sekaligus mengamankan sejumlah barang bukti kejahatan. Di antaranya 0,2 gram sabu, sebuah telepon genggam, alat isap, dan korek gas.

Kepala Polres Pekalongan Kota AKBP Ferry Sandy Sitepu saat konferensi pers, Selasa (21/05/2019), mengatakan bahwa terungkapnya kasus tersebut berawal saat polisi sedang melakukan kegiatan operasi rutin.

Baca Juga :  Polisi di Pekalongan Dilarang Bertugas dan Patroli Sendirian. Jajaran Diminta Periksa Orang Membawa Ransel, Ada Apa? 

Tim menerima informasi dari masyarakat yang melaporkan adanya kecurigaan seseorang membawa sabu.

“Anggota polisi yang sudah mengendus ciri-ciri salah satu pelaku yaitu SH (20) warga Sapurokebulen Kecamatan Pekalongan Barat Kota Pekalongan, langsung meringkusnya saat berkendaraan bersama teman lainnya. Sebenarnya para pelaku sudah memakai sabu sebelum ditangkap polisi,” tuturnya dilansir Tribratanews Polda Jateng.

Ia yang didampingi Kepala Kepolisian Sektor Pekalongan Selatan, Kompol Lanus mengatakan saat ini polres sedang mengembangkan kasus tersebut karena diduga tersangka memakai sabu itu dilakukan bersama dengan pelaku lainnya.

Baca Juga :  Kebakaran Hutan Gunung Sumbing Capai 149 Hektare. Tim Polres dan BPBD Terus Dikerahkan Lakukan Pemadaman

“Kami masih melakukan pengembangan kasus itu dan semoga dapat meringkus pelaku lainnya hingga akar-akarnya,” ujarnya.

Lebih lanjut Kapolres menambahkan, tersangka akan dijerat Pasal 127 ayat 1 Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara.

“Saat ini, tersangka sudah kami amankan di Mapolres Pekalongan Kota, sedangkan barang bukti lainnnya akan digunakan untuk pengembangkan kasus berikutnya,” ucapnya.

Baca Juga :  2 Warung Dekat SPBU Plangitan Dilanda Kebakaran Hebat. Warga Berhamburan, Polres Kerahkan Water Canon

Sementara itu tersangka SH mengatakan dirinya terpaksa memakai sabu karena uang milik dirinya sebesar Rp 300 ribu diminta serta diancam oleh temannya.

“Saya dipaksa mengisap sabu oleh temannya dengan ancaman menggunakan sebuah clurit. Saya baru sekali memakai sabu karena diancam,” katanya. Wardoyo

 

Iklan
Loading...