loading...
Foto/Humas

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Banyak sekretaris desa (Sekdes) di Karanganyar ternyata tak hafal visi misi pimpinan mereka atau Kades mereka saat nyalon di Pilkades. Fakta itu terungkap saat digelar pembinaan teknis desa yang digelar Pemkab setempat, beberapa hari lalu.

Bintek menghadirkan Bupati Karanganyar, Juliyatmono dengan dihadiri Sekdes dari desa di Karanganyar.

Di tengah memberikan sambutan, bupati sempat melempar pertanyaan ke beberapa Sekdes. Mereka ditanya engenai visi dan misi kepala desa masing-masing pada saat maju calon kepala desa.

Baca Juga :  Tawangmangu Macet Luar Biasa, Banyak Pengendara Tanpa Masker. Warga Kecewa: Kami Ingin Sehat!

Ada yang hafal dan ada yang tidak tahu. Pihaknya meminta sekdes harus tahu visi dan misi Kades masing-masing desa. Sebab hal itu akan dituangkan dalam RPJMDes.

“Jika anda tidak tahu, nanti RPJMDes tidak pas. Seharusnya anda harus tahu, ketika membuat RPJMdes bisa tepat. Apalagi, kalau pak Kades menginginkan melenceng dari visi dan misi, anda boleh mengingatkan,” papar bupati.

Bupati Yuli kemudian menggambarkan peran Sekdes ibarat playmaker dalam permainan bola dan toser dalam laga bola volly.

Baca Juga :  Harga Daging Ayam Meroket Hingga Rp 40.000, Tapi Pedagang di Karanganyar Mengaku Omzet Turun Hingga 5 Kali Lipat. Kok Bisa?

Sehingga baik dan majunya desa, amat tergantung dan tidak lepas dari peran kades. Termasuk dalam penyusunan APBDes, Sekdes harus berperan.

Sehingga dilakukan secara akuntabel dan diharapkan administrasinya dengan menggunakan aplikasi teknologi informasi. Bupati menilai, sebagian besar sekdes masih muda dan terampil.

“Saya ingin RPJMdes harus disusun per tahun dengan kegiatan-kegiatan di desa. Saya juga meminta desa untuk mengatasi sampah dan menurunkan angka kemiskinan,” pungkasnya. Wardoyo