JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Akademia

496 Mahasiswa Ilmu Kesehatan UMS Ikuti KKN di Boyolali

Sebanyak 496 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Boyolali. Mereka akan ditempatkan di 12 kecamatan yang tersebar di kabupaten tersebut sejak tanggal 15 Juli 2019 hingga 3 Agustus mendatang. Istimewa


Sebanyak 496 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Boyolali. Mereka akan ditempatkan di 12 kecamatan yang tersebar di kabupaten tersebut sejak tanggal 15 Juli 2019 hingga 3 Agustus mendatang. Istimewa

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Sebanyak 496 mahasiswa dari Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Boyolali. Mereka akan ditempatkan di 12 kecamatan yang tersebar di kabupaten tersebut sejak tanggal 15 Juli 2019 hingga 3 Agustus mendatang.

Pelepasan para peserta Kuliah Kerja Nyata Inter-Professional Education (KKN IPE) berbasis Al Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK) tersebut dilakukan di Pendaphi Gedhe Kantor Pemkab Boyolali, Senin (15/7/2019) yang dihadiri sejumlah pejabat terkait di Pamkab Boyolali serta jajaran pengurus Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) dari kabupaten ini. Tampak pula para Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) yang wilayahnya ditempati para peserta KKN.

Baca Juga :  Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, UTP Solo Kembali Gelar Wisuda Secara Drive Thru

Adapun pelepasan dilakukan oleh Wakil Rektor I UMS, Dr Muhammad Dai, M.Si Apt dan Kepala Kesbangpol Pemkab Boyolali, Sabarudin SH, MH dengan jajaran Forkompimda Kabupaten Boyolali. Dalam sambutannya, Muhammad Dai meminta kepada para mahasiswa peserta KKN untuk bisa memberikan kontribusi program yang membantu problem masyarakat di lokasi pengabdian mereka khususnya di bidang kesehatan sesuai dengan basis keilmuan mereka.

“Anda harus siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat. Jangan justru sebaliknya kehadiran kalian malah memancing masalah. Anda semua harus menjadi bagian untuk memecahkan permasalahan di masyarakat khususnya di bidang kesehatan sesuai dengan keilmuan kalian. Meski waktu hanya pendek, semua peserta KKN harus bisa memanfaatkannya dengan baik,” kata Muhammad Da’I saat memberikan pesan kepada mahasiswa peserta KKN.

Advertisement
Baca Juga :  Pandemi Covid-19 Belum Berakhir, UTP Solo Kembali Gelar Wisuda Secara Drive Thru

Dalam kesempatan itu, Dai juga menyarankan agar peserta KKN yang akan terjun ke masyarakat setidaknya mempraktekkan tiga hal yakni ta’aruf, tafahum dan ta’awun. “Di desa-desa yang akan kalian terjuni, yang pertama harus ta’aruf dulu. Mengenali lokasi dan masyarakat di sana, bagaimana karakter masyarakatnya dan alamnya. Lalu kalau sudah tahu tafahum, kira-kira kontribusi apa yang bisa dijalankan dengan masyarakat. Lalu ta’awun, buat-buat program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. Karena kalian akan berbakti di dunia nyata,” ungkapnya.

Halaman:  
« 1 2 Selanjutnya › » Semua