JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Kabar Dari Mekah: Keteladanan Tingginya Toleransi Umat Islam di Tanah Suci, Tak Ada Yang Berani Mengklaim Merasa Fahamnya Paling Benar

Abdullah Afandi sedang memberikan penyuluhan di lorong hotel yang ditempati para jamaah haji. Foto/istimewa


Abdullah Afandi sedang memberikan penyuluhan di lorong hotel yang ditempati para jamaah haji. Foto/istimewa

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Umat Islam memiliki tiga kota suci, yakni Makkah Al Mukarramah, Madinah Al Munawwarah, dan Baitul Maqdis di Palestina, untuk tujuan perjalanan jauh yang dianjurkan oleh Nabi Saw bukan tempat tujuan perjalanam yang lain.

Jika kita punya kesempatan untuk mengunjungi ketiga kota suci itu, perhatikan toleransi para jamaah. Sangat tinggi sekali.

Saat kita berada di tengah-tengah para jamaah di masjid, beragam perbedaan mudah sekali ditemukan. Ada yang sholat bersedekap dan ada pula yang tidak.

Baca Juga :  Kebakaran Pasar Tangen Sragen, Total 50 Los dan 7 Kios Ludes. Kerugian Capai Rp 4,1 Miliar

Ada yang memasukkan kaki kiri di bawah kaki kanan (tawaruk) ada yang tidak (iftiras) saat tahiyat akhir. Ada yang menuding jari dan ada pula yang tidak saat tahiyat dan lain sebagainya.

Advertisement

Namun, tidak ada satu pun jamaah yang menegur, menyalahkan, apalagi menghujat.

Baca Juga :  Warga Sragen, Siap-Siap Mulai Hari Ini Operasi Patuh Candi dari Polres Dimulai. Ini Poin-Poin Penekanannya!

Semua jamaah fokus ke fiqh ibadah yang diyakininya tanpa mengoreksi ibadah orang lain.

Menurut Abdullah Afandi, Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI) 2019, fenomena ini hanya di tingkat furu’iyah atau cabang.

Tidak terjadi di tingkat pokok atau dasarnya, syariat sama adapun fikih berbeda beda bahkan pada tingkat praktis bisa sangat bervariasi.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua