Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Keraton Surakarta Gelar Pengetan Dinten Surut Dalem

Joglosemarnews/A Setiawan

SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Dalam rangka mempererat kembali hubungan antara keraton Surakarta dan eks perdikan-perdikannya, Lembaga Dewan Adat (LDA) Karaton Surakarta Hadiningrat menggelar acara Tahlil Saha Wilujengan Pengetan Dinten Surut Dalem, Kamis (8/8/2019).

Perlu diketahui, bahwa sejak zaman Mataram Islam, yaitu pada era Sultan Agung (1613 – 1645), kelompok abdi dalem ini sudah eksis.

Ada dua pendapat tentang asal-usulnya. Pertama, mereka berasal dari tanah Arab sebagai utusan dari Kasultanan Turki Usmani (Ngerum) untuk memberi pengajaran agama Islam di Mataram.

Teori kedua, mereka adalah orang-orang Mataram yang memang diutus Sultan Agung untuk berhaji dan belajar agama di Mekkah.

Dalam acara itu GKR. Dra. Wandansari Koes Murtiyah, M.Pd. selaku Ketua Lembaga Dewan Adat Karaton (LDA) Surakarta Hadiningrat menuturkan, perlu untuk menghidupkan kembali salah satu sub bagian aparaturnya yang bertanggung jawab di bidang keagamaan (kelompok abdidalem pamethakan/yogiswara), yaitu abdi dalem Kanca Kaji atau sering dikenal sebagai “Kaji Selusin” yang telah lama vakum.

Biasanya formasi jumlah personelnya adalah 12 (selusin) orang berada di bawah Susuhunan dan delapan orang berada di bawah Kadipaten Anom (Putra Makhkota), atau sesuai dengan kebutuhan.

Gusti Moeng menambahkan, ada dua tugas pokok dari kanca kaji ini, yaitu Bersama-sama dengan Pengulon dan juru Suronoto, Kanca Kaji bertugas dan bertanggung jawab di bidang keagamaan dan Bersama-sama dengan kelompok abdidalem pamethakan yang lain (yogiswara; pujaning suwara) melaksanakan tugas (ayahan) sebagai juru doa (andongani lan angamini) dalam setiap upacara adat keagamaan kraton.

Ada dua pendapat tentang asal-usulnya. Pertama, mereka berasal dari tanah Arab sebagai utusan dari Kesultanan Turki Usmani (Ngerum) untuk memberi pengajaran agama Islam di Mataram. Kedua, mereka adalah orang-orang Mataram yang memang diutus Sultan Agung untuk berhaji dan belajar agama di Mekkah, supaya kembali lagi ke Mataram untuk mengajar agama Islam kepada para sentana dalem.

Terdapat jejak toponim kampung di kota Surakarta yang menunjukkan kediaman dan tempat mukim abdidalem kelompok Kanca Kaji ini, yaitu Kampung Kajen, di Kelurahan Danukusuman Kecamatan Serengan Kota Surakarta. Di samping itu, mereka juga tersebar di lingkungan Kambyahan di Kauman. A. Setiawan

Exit mobile version