Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Kesaksian Warga Soal Fenomena Semburan Api dari Lubang Tanah di Tanon Sragen. Sempat Muncul Hawa Panas Luar Biasa Selama Beberapa Hari 

Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Fenomena semburan api dari lubang di tanah pekarangan tegalan milik warga di Dukuh Banyurip, Desa Bonagung, Tanon, Sragen masih menyisakan misteri.

Warga sekitar termasuk pemilik pekarangan, tak menyangka jika lubang yang sudah bertahun-tahun ditutup itu mendadak berubah jadi semburan api.

Namun, tanda alam sudah mengiringi beberapa hari sebelum kemunculan fenomena aneh nan mengagetkan itu. Menurut keterangan warga sekitar, sejak dua hari terakhir, warga di sekitar pekarangan Pak Rebo (lokasi semburan) mendadak dikejutkan dengan rasa hawa panas yang tak wajar.

“Sudah dua hari ini, seperti ada hawa panas yang nggak biasa di sekitar sini. Seperti rasa api, nggak tahunya muncul semburan api ini. Padaha lubang sumur ini sudah lama ditutup dan ditimbun,” ujar Yanto, salah satu warga Bonagung, Tanon, Sragen kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (19/8/2019) dinihari.

Kepala Desa Bonagung, Suwarno tak menampi tanda-tanda alam itu. Menurutnya, sebelum ada kejadian api keluar dengan mengangah, warga yang pergi ke kebun sekitar memang sempat merasakan hawa panas di sekitar lokasi.

Namun warga tak menyangka jika hawa panas itu ternyata bakal diikuti dengan semburan api.

“Dua hari yang lalu, tanah sekitar terasa panas dan agak menghitam seperti hangus terbakar. Nggak ada yang nyangka, baru sore tadi ada kabar muncul semburan api,” tuturnya ditemui di lokasi, tadi malam.

Perihal semburan api itu apakah berdampak baik atau buruk, pihaknya akan menyerahkan kepada tim peneliti.

Menurutnya, sesaat usai kejadian, pihaknya langsung melaporkan kepada pihak kepolisian untuk dilakukan pengamanan di sekitar lokasi.

“Tadi dari pihak Polsek Tanon sudah ke sini. Di lokasi juga sudah di kasih garis pagar untuk batas pengunjung,” urai Suwarno.

Suwarno menceritakan, semburan api itu muncul dari lubang tanah di pekarangan warga bernama Rebo. Tanah yang mengeluarkan semburan api tersebut dulunya sekitar 2 tahun lalu pernah digali untuk di buat sumur.

Kedalaman galian sekitar 50 meter. Namun kala itu tidak ditemukan sumber air sehingga oleh pemilik pekarangan, lubang kemudian ditutup dan ditimbun dengan tanah.

“Ini dulu bekas sumur, karena tidak ada sumbernya lalu di timbun dan tidak dipakai lagi. Kok ini sekarang malah muncul tiba semburan api bekas galian sumur tersebut,” ujarnya. Wardoyo

 

Exit mobile version