JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Ratusan Pengagum Mantan Presiden Soeharto Ajak Masyarakat Kenang Sebagai Putera Terbaik Bangsa. Gelar Ziarah dan Upacara di Makam Soeharto

Tabur bunga oleh pengagum HM Soeharto di Makam Giribangun, Matesih, Karanganyar. Insert: Headshot Mantan Presiden Soeharto. Foto/Wardoyo
Tabur bunga oleh pengagum HM Soeharto di Makam Giribangun, Matesih, Karanganyar. Insert: Headshot Mantan Presiden Soeharto. Foto/Wardoyo

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Para pengagum dan pecinta mantan presiden kedua Indonesia, Soeharto, yang tergabung dalam wadah Himpunan Masyarakat Soehartonesia  Indonesia (HMSI),  melakukan ziarah dan tabur bunga di makam Soeharto di Giribangun, Kecamatan Matesih Karanganyar, Sabtu (17/08/2019).

Tak kurang dari 350 orang dari berbagai daerah di Jawa itu jug melakukan uipacara bendera dalam rangka HUT RI ke 47 di sekitar kompleks makam.

Ketua DPP HMSI, Giyanto Hadi Prayitno, mengatakan aksi ziarah itu digelar sebagai rangkaian dalam rangka HUT  74 RI tahun 2019. Kegiatan itu baru pertama kali digelar setelah pembentukan wadah para pengagum mantan presiden Soehartonyang tergabung dalam HMSI.

Baca Juga :  Pilkades Antar Waktu Desa Baturan, Colomadu, Sunarto Unggul 26 Suara dari Jumlah 52 Suara

Tujuannya agar seluruh anggota lebih mengetahui dan memahami perjuangan Soeharto, sebagai seorang mantan presiden.

Sebagai pengagum dan pecinta Soeharto, HMSI ingin mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk menghargai dan menghormati apa yang selama ini telah dilakukan oleh jenderal bintang lima itu.

“Tiap masa, selalu melahirkan pemimpin dalam situasi genting atau kritis. Salah satunya adalah Soeharto, yang menyelamatkan bangsa Indonesia dari paham komunisme. Kita sebagai generasi penerus, harus bisa menghargai apa yang dilakukannya,” papae Giyanto.

Baca Juga :  Terungkap Sudah! Ternyata  Mayat Tak Dikenal di  Kedung Gong Jaten Adalah Parjadi Asal Jagalan, Solo. Motifnya Masih Misterius

Giyanto mengakui, bahwa Soeharto bukan manusia sempurna. Soeharto pernah salah dan pernah benar. Untuk itu, dia mengajak seluruh rakyat Indonesia mengenang Soeharto sebagai salah satu putera terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia.

“Pesan kami, tak ada gading yang tak retak. Pak Harto  bukan manusia sempurna, pak Harto pernah salah, pak harto juga pernah baik. Mari kita kenang beliau sebagai putera terbaik dan sebagai bapak pembangunan. Beliau juga pengimplementasi Pancasila ke seluruh negeri, dan bukan hanya sebagai slogan,” tandasnya. Wardoyo

Bagi Halaman