loading...
Kebakaran hutan dan lahan milik Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan ( KPH) Bogor di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor. Kebakaran masih terjadi sejak akhir Jumat (4/10/2019) hingga Senin (7/10/2019) / tempo.co

BOGOR, JOGLOSEMARNEWS.COM  – Kemarau panjang kali kni berdampak buruk di Kabupaten Bogor. Selain terjadinya krisis air bersih, terjadi pula kebakaran hutan seluas 30 hektare di kawasan Jonggol.

Kawasan hutan milik Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan ( KPH) Bogor yang berlokasi di Desa Antajaya, Kecamatan Tanjungsari, Kabupaten Bogor itu ludes terbakar dalam tiga hari terakhir.

Kepala Seksi Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Muhamad Adam Hamdani mengatakan, kebakaran hutan yang melanda 30 hektare itu sudah terjadi sejak Sabtu (5/10/2019) pekan lalu.

Baca Juga :  MAKI: OTT KPK Yang Seret Rektor UNJ Amburadul

“Titik api pertama kali diketahui tiga hari lalu dan api mulai membesar dan menghanguskan hutan sejak Ahad sampai hari ini,” kata Adam kepada Tempo, Senin (7/10/2019).

Dia mengatakan, lokasi kebakaran hutan dan lahan yang mencapai 30 hektar ini tepatnya terjadi di Petak 1 b, RPH Cariu, BKPH Joggol ini merupakan lahan mklik KPH Bogor,

“Berdasarkan data luasan baku hutan dan lahan tersebut luasnya sekitar 77,3 hektare, sedangkan luas lahan yang terbakar mencapai 30 hektare,” katanya.

Adam mengatakan, sumber api dan informasi kebakaran hutan di wilayah Bogor timur itu berdasarkan aplikasi hotsopt yang terlihat pada hari Minggu kemarin sekitar pukul 06.00 WIB.

Baca Juga :  Muhammadiyah: Pernyataan New Normal Bingungkan Masyarakat

“Api semakin siang semakin membesar bahkan hingga hari ini, Senin (7/10/2019) ada beberapa titik hutan yang masih terbakar,” katanya.

www.tempo.co