JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Gerindra Minta Fachrul Razi Tak Ragu Bikin Aturan ASN Dilarang Bercadar

Menteri Agama Fachrul Razi saat rapat kerja bersama Komisi VIII DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan pada Kamis (7/11/2019) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Di tengah riuhnya wacana pelarangan cadar dan celana cingkrang bagi kalangan Aparat Sipil Negara (ASN), Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi justru diminta tegas dalam membuat aturan tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi Gerindra, Muklas Sidik.

Muklas mengatakan hal itu untuk menghindari salah tafsir bahwa Fachrul melarang masyarakat umum mengenakan cadar.

Padahal, Fachrul hanya meminta ASN mematuhi aturan untuk mengenakan seragam sesuai aturan masing-masing institusi.

“Padahal berpakaian itu kan ada maqomnya. Maka, bapak tidak usah ragu-ragu kalau mau membuat kebijakan. Kalau ke kantor enggak boleh pakai cadar dan celana cingkrang, selesai. Kalau enggak, ya, jangan jadi ASN dong,” ujar Muklas di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis (7/11/2019).

Baca Juga :  Viral Aksi Rombongan Sepeda Masuk Tol dan Melawan Arus Terekam Kamera, Polisi Masih Identifikasi Para Pesepeda

Terkait usulan itu, Fachrul mengatakan bahwa setiap institusi telah memiliki aturan masing-masing.

“Saya kira, kalau aturan kepegawaian, sudah semestinya dipatuhi oleh seluruh aparatur, termasuk soal seragam. Nah, ini yang diwacanakan akan diterbitkan,” ujar Fachrul di lokasi yang sama.

Fachrul menyatakan bahwa dirinya tidak pernah melarang orang-orang memakai cadar dan celana cingkrang dalam kehidupan bermasyarakat. Bahkan, ujar Fachrul, dirinya juga kerap memakai cingkrang saat ke masjid.

Baca Juga :  Emak-emak Penggunting Bendera Merah Putih Resmi Ditetapkan sebagai Tersangka, Terancam Hukuman Penjara 5 Tahun atau Denda Rp500 Juta

Dalam kehidupan sehari-hari, ujar Fachrul, semua orang bebas berpakaian. Namun, ujar dia, ASN tentu memiliki aturan yang berbeda sesuai dengan ketentuan institusi masing-masing.

“Jadi, mohon itu digarisbawahi, saya tidak pernah melarang. Apa juga kewenangan saya melarang itu?” ujar Fachrul Razi.

Terkait cadar, ujar Fachrul, juga sama halnya. “Silakan pakai, saya tidak pernah melarang. Tapi, bagaimana keputusan instansi, itu urusan masing-masing,” ujar Fachrul.

www.tempo.co