JOGLOSEMARNEWS.COM Edukasi Pendidikan

Guru Diminta Lakukan 5 Perubahan Kecil, FSGI Bilang Pidato Mendikbud Bias dan Paradoks

Dan kelima, tawarkan bantuan kepada guru yang sedang mengalami kesulitan.

Menanggapi permintaan Nadiem itu, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) meminta Mendikbud mengeluarkan regulasi untuk melindungi guru.

“Kami melihat pesan Pak Mendikbud dalam pidato Hari Guru Nasional (HGN) itu sifatnya bias dan paradoksal. Di satu sisi, pada halaman pertama poin satu hingga delapan, Pak Menteri memuji, melihat, dan mengakui guru terbelenggu. Sisi lain, pada halaman dua, Pak Menteri menginginkan perubahan dari guru,” ujar Sekjen FSGI, Heru Purnomo  di Jakarta, Minggu (24/11/2019).

Baca Juga :  Soroti Kebijakan Pengembangan Potensi Daerah di Indonesia, Prof Winarti Dikukuhkan Jadi Guru Besar Unisri Solo

Dia menambahkan perubahan dari guru saja tidak cukup, melainkan harus ada regulasi yang mengatur hal itu. Perubahan dari guru jika tidak didukung dengan payung hukum yang dikeluarkan Kemendikbud, maka tidak akan berjalan dengan baik.

Nadiem dalam pidatonya mengakui waktu guru banyak tersita untuk melakukan hal administratif, sehingga kurang waktu untuk lebih banyak memperhatikan murid.

Baca Juga :  Ini Jawaban MWA Atas Aksi Protes Mahasiswa FKOR UNS

Menurut Heru, guru sebagai pegawai daerah memang harus tunduk pada ketentuan di daerah.

“Tugas kementerian dalam menyinkronkan pemerintah daerah dan pusat, karena bagaimana pun guru patuh pada atasan mereka, yang mana adalah kepala daerah,” kata dia.  

www.tempo.co

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com