JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Semarang

Memilukan, Ditinggal Neneknya Gantung Diri, Seorang Bocah 5 Tahun di Bringin Tak Henti Menangis 

Ilustrasi evakuasi gantung diri. Dok/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Ilustrasi evakuasi gantung diri. Dok/Wardoyo

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Warga Brangkulon, digegerkan dengan aksi bunuh diri yang dilakukan seorang wanita, Kamis (7/11/2019). Diduga depresi akibat sakit kanker usus yang dideritanya tak kunjung sembuh, Siti Fatonah (58), seorang nenek warga Brangkulon Desa Lebak, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, memilih mengakhiri hidupnya dengan cara  gantung diri.

Perempuan paruh baya yang bekerja sebagai petani ini ditemukan tewas gantung diri di rumahnya.

Kasubag Humas Polres Semarang, Iptu Budi Supartoko mengungkapkan Siti Fatonah ditemukan gantung diri menggunakan selendang yang diikatkan pada blandar rumahnya, Rabu (6/11/2019) sekira pukul 14.00 WIB. Kejadian gantung diri itu kali pertama diketahui oleh Kaila, cucunya yang masih berusia 5 tahun.

Baca Juga :  7.571 Pelanggar Ditindak dalam Sepekan Operasi Patuh Candi di Jawa Tengah, Didominasi Sepeda Motor

“Sekira jam 13.00 WIB cucunya bernama Kaila menangis terus dirumah korban. Warga sekitar mengira hanya menangis biasa seperti halnya anak kecil. Kemudian sekira jam 14.00 WIB cucu korban mendatangi rumah ketua RW (Joko Prasetya) yang letaknya di samping rumah korban dan memberitahu bahwa neneknya telah gantung diri,” ungkap Iptu Budi.

Selanjutnya Joko Prasetya mendatangi rumah korban. Saksi kaget ketika mendapati Siti Fatonah dalam kondisi tak bernyawa tergantung pada blandar rumahnya menggunakan selendang sepanjang 2,5 meter.

Baca Juga :  Pulang Diantar Pacar, Gadis 15 Tahun di Banyumas Makah Bikin Syok Orangtuanya. Mengaku Disetubuhi 2 Kali di Kamar

Joko Prasetya menghubungi Sekdes Lebak, M Ihya Ulummudin dan Kadus Brangkulan Agus Mizani untuk menginformasikan kejadian tersebut ke warga sekitar.

Kejadian itu kemudian dilaporkan ke Polsek Bringin. Tak berselang lama, polisi bersama petugas medis Puskesmas Bringin dan Muspika Bringin mendatangi lokasi kejadian. Hasil pemeriksaan petugas tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

“Kematian korban murni akibat gantung diri. Diduga korban depresi karena penyakit kanker usus yang sudah menahun tidak kunjung sembuh,” ujar Iptu Budi. Wardoyo