JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Skandal Selingkuh Aparat Guncang Jenar Sragen. Oknum Kadus Dipolisikan, Diduga Selingkuhi Anggota BPD dan Istri Warga Hingga Hamil 4 Bulan

Ilustrasi selingkuh


Ilustrasi selingkuh mesum

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Skandal perselingkuhan kembali menggoyang dunia aparatur di Sragen. Setelah menerpa dua oknum perangkat desa di Tlogotirto, Sumberlawang, kali ini skandal serupa mencuat dari sudut utara Sragen, tepatnya di Kecamatan Jenar.

Seorang oknum aparat desa atau perangkat desa yang menjabat sebagai Kadus (Kepala Dusun) atau akrab disapa Bayan, dilaporkan ke polisi lantaran diduga telah menyelingkuhi dua wanita di desanya.

Parahnya, satu dari dua wanita itu adalah anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD). Ironisnya lagi, oknum anggota BPD itu diduga juga tengah hamil buah dari kejantanan sang Kadus.

Oknum Kadus itu diketahui berinisial SRT (45). Kadus asal Sokorejo, Ngepringan, Jenar itu dilaporkan ke Polsek Jenar lantaran ditengarai telah menyelingkuhi oknum anggota BPD berisinial DW (27) dan TN (29).

Advertisement
Baca Juga :  Breaking News: Kecelakaan Maut Motor VS Truk di Depan BRI Masaran Malam Ini, 2 Pemotor Dikabarkan Tewas Mengenaskan

Kabar skandal selingkuh itu makin mencuat setelah TRY, suami TN, melaporkan oknum Kadus itu ke Polsek Jenar kemarin.

Seusai melapor ke Polsek, TRI mengatakan dirinya terpaksa melangkah ke jalur hukum lantaran kesal dengan ulah Kadus yang tega merusak rumahtangganya dengan menyelingkuhi istrinya.

“Dasar saya melapor juga dari pengakuan istri saya (TN) yang mengakui telah dikencani oleh Pak Bayan SRT pada tanggal 18 November 2019 lalu. Ceritanya pagi pukul 09.00 WIB, istri saya diajak naik mobil dan dibawa ke sebuah hotel di Sragen. Di sebuah kamar, istri saya disetubuhi layaknya istri sendiri dan istri saya mengakui semua yang dilakukan Pak Bayan itu,” papar TRY kepada wartawan, Jumat (29/11/2019).

Baca Juga :  Update Covid-19 Sragen Hari Ini, Hanya Tambah 7 Kasus Positif, Satu Meninggal Dunia

TRY mengaku dirinya memberanikan diri untuk lapor ke penegak hukum lantaran geram dengan kelakuan SRT yang notabene adalah perangkat desa. Menurutnya kelakuan SRT itu dinilai tak pantas dilakukan oleh seorang perangkat desa yang harusnya mengayomi warganya dan membuat ketentraman lingkungan.

“Perangkat desa itu mestinya ngayomi warganya, bukan malah ngrusak rumah tangga dan ndemeni istri orang,” paparnya.

TRY melaporkan SRT dengan tuduhan telah melakukan persetubuhan atau perzinahan dengan istrinya.

TRY, suami dari TN saat menunjukkan surat bukti laporannya terkait dugaan perselingkuhan dan perzinahan istrinya dengan oknum Kadus di desanya ke Polsek Jenar, Jumat (29/11/2019). Foto/Wardoyo

Tak hanya TN, indikasi serupa juga diduga dilakukan SRT terhadap DW (27), anggota BPD setempat.

Halaman selanjutnya

Halaman :  1 2 Tampilkan semua