JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Geregetan Kasus Satpam Galak di RSUD Sragen, Bupati Minta Dirut Wajib Beri Pembinaan! 

Fatur menambahkan jika memang terbukti, maka yang bersangkutan harus ditindak dan diberi sanksi tegas.

“Tergantung perilaku seperti itu sanksinya seperti apa, RSUD harus tegas,” tandasnya.

Desakan itu dilontarkan menyusul

pelayanan di RSUD Dr Soehadi Prijonegoro Sragen yang menuai keluhan. Sepasang suami istri asal Dukuh Sidorejo RT 12/19, Desa Pilangsari, Ngrampal, Sragen mengeluhkan kinerja petugas keamanan atau Satpam yang dinilai berlebihan terhadap keluarga yang hendak menunggu pasien.

Keluhan itu diungkapkan Sri Putri Badiyatun (39) dan suaminya, Dedi Prasetyo (44). Mereka merasa diperlakukan diskriminatif dan kasar oleh dua oknum Satpam di rumah sakit milik Pemkab Sragen tersebut.

Kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Putri mengungkapkan kejadian berawal ketika ia mendampingi adiknya, Wahyu Widiyatmoko (26) yang mengalami kecelakaan tunggal di ring road Sragen, Senin (26/11/2019) pagi.

Adiknya mengalami gegar otak ringan dan kemudian dilarikan ke IGD RSUD Sragen.

Baca Juga :  Akui Mengarang Cerita Pembacokan, Korban Tabrak Lari di Sragen Akhirnya Minta Maaf di Depan Kapolres

Setelah sempat ditangani di IGD, kemudian adiknya dipindah ke Bangsal Aster kamar 2 C. Dari sini persoalan terjadi saat dirinya dan suami hendak menunggu adiknya yang saat itu masih belum sadarkan diri.

“Waktu kami masuk, langsung ditanya oleh salah satu satpam muda inisialnya S. Dia tanya dengan nada tinggi, menanyakan surat tunggu pasien. Karena sejak awal masuk tidak ada penjelasan harus bawa surat tunggu dan kami tidak diberi, ya kami jawab tidak punya. Sempat rame, akhirnya kami diam dan manut. Habis magrib kami mau keluar sebentar, di depan ditanya lagi oleh Satpam yang sama soal kartu tunggu, saya jawab saya nggak diberi, dia tetap ngeyel dan nadanya semu mbentak,” papar Putri, kepada wartawan Kamis (28/11/2019) lalu.

Meski mencoba menjelaskan bahwa tidak diberi kartu, Putri mengatakan oknum Satpam itu tetap tak menggubris. Menurutnya, oknum itu juga nekat menggeledah tasnya untuk mencari kartu tunggu.

Baca Juga :  Sambut Adiwiyata Provinsi, SMPN 1 Sambungmacan Gencarkan Permak Lingkungan. Dari Deklarasi Bebas Sampah hingga Inovasi Beras Kencur

Tak cukup sampai di situ, oknum Satpam itu juga nekat masuk ke kamar adiknya dirawat serta menggeledah laci di kamar untuk mencari kartu tunggu.

“Sudah saya jawab dari awal kami nggak dikasih, tapi terus ditanyakan. Harusnya kalau memang prosedurnya harus bawa kartu tunggu dan kami nggak diberi, mestinya kami diarahkan suruh ngurus, nyatanya nggak disarankan juga. Kami jadi bingung. Karena penunggu pasien lainnya di bangsal yang sama, waktu saya tanya katanya juga nggak ditanya  surat tunggu dan nggak diberi juga. Mereka wira-wiri nunggu pasien juga bebas saja. Tapi kenapa hanya kami yang seolah-olah dicecar terus. Bahkan omongan Satpam itu sampai mbentak-mbentak,” terangnya. Wardoyo

 

« Halaman sebelumnya

Halaman :   1 2 Tampilkan semua
  • Pantau berita terbaru dari GOOGLE NEWS
  • Kontak Informasi Joglosemarnews.com:
  • Redaksi :redaksi@joglosemarnews.com
  • Kontak : joglosemarnews.com@gmail.com