loading...

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gunung Merapi di perbatasan Jateng dan DIY meluncurkan awan panas guguran pada Sabtu (4/1/2020) pukul 20.36 WIB. Awan panas guguran tersebut menyebabkan hujan abu tipis di wilayah Kecamatan Cepogo, Boyolali, Jawa Tengah.

“Awan panas guguran menimbulkan hujan abu tipis di sekitar Cepogo, Boyolali. Masyarakat kami imbau agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik,” kata Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida, Sabtu, (4/1/2020).

Baca Juga :  Yogyakarta Tak Ada Penambahan Kasus Baru Positif Covid-19 Berturut-turut, Bertahan di Angka 237, Sembuh Bertambah 2

BPPTKG melaporkan luncuran awan panas guguran Merapi yang terjadi pada pukul 20.36 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 55 mm dan durasi kurang lebih 105 detik. Namun karena cuaca berkabut, awan panas guguran itu tidak terpantau secara visual.

Karena secara visual tidak terpantau, jarak luncur awan panas guguran itu juga tidak terpantau. Namun, berdasarkan durasi selama 105 detik itu diperkirakan luncuran mencapai 1 kilometer.

Baca Juga :  New Normal, 200 Ribu Mahasiswa dari Luar Kota akan Kembali ke Yogyakarta

Jarak luncur itu masih dalam radius di bawah 3 kilometer dari puncak gunung. Masyarakat yang berkegiatan di lereng gunung harus di luar radius aman itu.

Gunung Merapi masih berstatus waspada atau level II. Status waspada ini sudah ditetapkan oleh BPPTKG sejak 21 Mei 2018.

“Iya betul, terjadi awan panas guguran dan dilaporkan adanya hujan abu di wilayah Cepogo Boyolali,” kata Lasiman Pecut, petugas pengamatan Gunung Merapi.

www.tempo.co