Beranda Umum Nasional Benturkan Agama dan Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Picu Polemik

Benturkan Agama dan Pancasila, Pernyataan Kepala BPIP Picu Polemik

Yudian Wahyudi melambaikan tangan usai dilantik sebagai Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) di Istana Negara, Jakarta, Rabu (5/2/2020) / tempo.co

JAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM – Pernyataan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi menjadi heboh di jagat maya.

Dia menjadi bulan-bulanan akibat ucapannya yang dianggap membenturkan antara agama dan Pancasila.

“Musuh terbesar Pancasila adalah Yudian Wahyudi,” tulis pemilik akun Twitter @bmb**t, Rabu (12/2/2020).

Sejumlah politikus menyayangkan pernyataan Yudian soal agama dan Pancasila.

“Pernyataan radikal Ketua BPIP itu ahistoric&irrasional. Presiden Sukarno&Suharto tak jadikan agama sebagai musuh Pancasila,” tulis politikus PKS Hidayat Nur Wahid dalam akun Twitternya @hnurwahid.

Ucapan Yudian memancing polemik setelah dia berbicara soal hubungan agama dan Pancasila di salah satu media. Di situ ditulis Yudian menyebut agama jadi musuh terbesar Pancasila.

Baca Juga :  Menkeu Purbaya Ambil Kembali Rp 75 Triliun dari Perbankan, Ini Tujuannya

Dalam keterangan tertulisnya, Yudian mengatakan bahwa Pancasila dan agama tidak saling bertentangan.

“Pancasila dan Agama tidak bertentangan. Bahkan saling mendukung,” kata Yudian dalam keterangan tertulis yang diterima Tempo, Rabu (12/2/2020).

Yudian mengatakan, Pancasila sebagai konsensus tertinggi bangsa Indonesia harus dijaga sebaik mungkin.

Pancasila itu, kata dia, agamis karena kelima sila dapat ditemukan dengan mudah dalam kitab suci enam agama yang diakui secara konstitusional oleh NKRI.

Namun, pada kenyataannya, Pancasila sering dihadap-hadapkan dengan agama oleh orang-orang tertentu yang memiliki pemahaman sempit dan ekstrem.

Yudian menilai, orang-orang seperti mereka itu lah sebetulnya yang minoritas.

“Dalam konteks ini lah, agama dapat menjadi musuh terbesar karena mayoritas, bahkan setiap orang, beragama, padahal Pancasila dan agama tidak bertentangan, bahkan saling mendukung,” ujarnya.

www.tempo.co

Harap bersabar jika Anda menemukan iklan di laman ini. Iklan adalah sumber pendapatan utama kami untuk tetap dapat menyajikan berita berkualitas secara gratis.