JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Karanganyar

Kasus Mayat Bayi Membusuk Dibuang di Waduk Lalung, Polisi Periksa 4 Saksi. Kapolres Karanganyar Dalami Kemungkinan Hasil Hubungan Gelap!

Kondisi mayat bayi membusuk yang ditemukan dalam kardus dekat Waduk lalung, Karanganyar, Jumat (14/2/2020). Foto/FB

loading...
Kondisi mayat bayi membusuk yang ditemukan dalam kardus dekat Waduk lalung, Karanganyar, Jumat (14/2/2020). Foto/FB

KARANGANYAR, JOGLOSEMARNEWS.COM Polres Karanganyar terus mengintensifkan penyelidikan kasus penemuan mayat bayi yang dibuang di selokan dekat Waduk Lalung, Karanganyar Kota, akhir pekan kemarin.

Sebanyak empat saksi sudah diperiksa dan dimintai keterangan terkait penemuan mayat bayi yang ditemukan sudah rusak itu.

Kapolres Karanganyar, AKBP Leganek Mawardi mengungkapkan sejauh ini sudah ada empat orang saksi yang dimintai keterangan. Keterangan mereka diperlukan untuk mengembangkan penyelidikan guna menguak misteri siapa pelaku pembuang bayi tak berdosa itu.

“Kita sudah memeriksa saksi-saksi sekitar 4 orang. Ini masih terus kita lakukan penyelidikan,” paparnya kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (17/2/2020).

Kapolres menguraikan hingga kini, tim juga masih menunggu hasil otopsi dari pihak RSUD Moewardi Solo. Dari hasil otopsi itu nantinya diharapkan bisa memberikan petunjuk apakah bayi tersebut meninggal setelah dilahirkan atau sebelumnya.

Menurutnya, hasil otopsi diperkirakan akan keluar dalam rentang sepekan hingga dua pekan berselang.

Selain itu, Kapolres menegaskan hasil otopsi itu nantinya akan dikompulir dengan hasil pemeriksaan dan saksi-saksi untuk dilakukan gelar perkara.

Baca Juga :  Banyak Restoran dan Hotel di Karanganyar Tutup Dampak Pandemi Covid-19, Pemkab Beri Keringanan Denda Pajak. Pajak Bumi dan Bangunan Juga Dilonggarkan 2 Bulan

Ditanya soal spekulasi bayi sengaja dibunuh dan dibuang karena hasil hubungan gelap, ia mengatakan segala kemungkinan masih terbuka dan akan terus diselidiki.

“Semua kemungkinan bisa terjadi dan kita dalami. Nanti mana yang mengerucut,” tandasnya.

Sebelumnya, Kasat Reskrim AKP Ismanto Yuwono mengatakan melihat kondisi mayat bayi yang sudah rusak, dimungkinkan bayi itu sudah meninggal lebih dari sepekan.

Hal itu juga diperkuat dengan kondisi jasad yang sangat rusak, nyaris sulit dikenali, cara mengeluarkan bau yang sangat menyengat.

“Melihat kondisinya kemungkinan meninggalnya sudah lebih dari seminggu. Masih melakukan penyelidikan dan pendalaman,” paparnya Jumat (14/2/2020).

Lebih lanjut Kasat Reskrim menguraikan seusai dievakuasi, mayat bayi malang itu kemudian dibawa ke RSUD Moewardi Solo untuk dilakukan otopsi.

Otopsi diperlukan untuk menguak misteri kematian bayi itu apakah meninggal sebelum dilahirkan atau meninggal sesudah dilahirkan.

Saat ini tim juga tengah dikerahkan untuk melakukan penyisiran dan penggalian data guna menguak siapa orang tua atau oknum yang tega membuang bayi tak berdosa itu.

Baca Juga :  2 PNS Asal Karanganyar Positif Covid-19 Diduga Tertular dari Lingkungan Kerjanya. 15 Orang Terlacak Sempat Kontak Erat dan Dirapid Test

Mayat bayi malang itu ditemukan di selokan di wilayah Ngaliyan RT 1/1, Kelurahan Lalung, Karanganyar.

Saat ditemukan, mayat orok itu dibungkus dalam kardus. Jasad bayi itu ditemukan kali pertama oleh warga setempat, Supriyanto.

Menurut Supriyanto, pemilik warung di dekat lokasi kejadian, awalnya curiga dengan bau menyengat sejak dua hari lalu di sekitar warungnya.

Kecurigaannya menuntun pada pencarian hingga akhirnya menemukan sebuah kardus yang menjadi sumber bau busuk.

“Kardus masih diisolasi. Awalnya saya kira bangkai tikus mati. Lalu saya buka isolasinya. Pertamanya kelihatan kakinya, setelah itu saya penasaran saya buka lagi baru kelihatan kepala dan kakinya. Kondisinya sudah rusak dan mengeluarkan bau Mas, nggak tega,” paparnya.

Bersamaan itu, warga langsung melapor ke Polsek setempat. Tak lama berselang, tim Polsek dan Inafis Polres tiba di lokasi untuk melakukan identifikasi. Wardoyo