JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Tak Peduli Ada Lawan atau Kotak Kosong, Yuni Optimis Menangi Pilkada Sragen. Berembus Kabar Dedy Gandeng Pengusaha

Beberapa desain dan utak-atik paslon di Pilkada Sragen yang beredar di media sosial. Foto/Wardoyo

loading...
Beberapa desain dan utak-atik paslon di Pilkada Sragen yang beredar di media sosial. Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM Setelah resmi mengantongi rekomendasi dari DPP PDIP, Bupati Sragen sekaligus Cabup petahana,, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menebar optimisme tinggi menatap Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati (Pilbup) 2020 mendatang.

Kakak kandung Ketua DPC PDIP Sragen itu mengaku siap dan optimis menang pada Pilkada yang dijadwalkan digelar September 2020 mendatang itu.

Kepada wartawan, Yuni mengaku tak begitu menyoal apakah nanti bakal melawan kotak kosong atau bakal ada rival nyata yang akan bertarung. Yang pasti, dirinya sudah siap mengemban amanah partai dan siap menang.

“Apapun saya harus mengemban amanah yang sudah diberikan partai. Mau ada lawan atau melawan kotak kosong semuanya harus dijalani dan harus menang. Karena optimis itu adalah bagian dari perjuangan,” paparnya ditemui di ruang kerjanya kemarin.

Sementara, sebelumnya Ketua DPC PDIP Sragen, Untung Wibowo Sukowati tetap meyakini jika nanti Pilkada Sragen tak akan lawan kotak kosong. Legislator Provinsi Jateng itu menyebut kemungkinan lawan kotak kosong amatlah kecil.

Sebab ia meyakini karakteristik politik di Sragen sangat dinamis sehingga pasti akan ada lawan yang nanti ikut berkompetisi di Pilkada Sragen 2020.

Baca Juga :  Terungkap, 2 Kasus Baru Positif Covid-19 Sragen, Satu Warga Kalikobok Tanon Kerja Kuli Panggul, Satunya Tenaga Medis dari Gemolong. Diyakini Transmisi Lokal, Gelombang Baru Covid-19?

”Tidaklah, kalau melawan kotak kosong, pasti nanti akan ada lawannya,” paparnya belum lama ini.

Menurut pria yang akrab disapa Bowo itu, perolehan kursi partai-partai lain masih sangat memungkinkan untuk membentuk koalisi dengan mengusung calon.

Selain itu, karakteristik politik di Sragen selama ini dikenal dinamis sehingga tidak akan membiarkan petahana maju sendirian tanpa lawan.

Di sisi lain, menyusul rekomendasi PDIP yang mengusung Yuni-Suroto (PKB) dan resmi berpisah dengan Dedy Endriyatno, di lapangan mulai berembus spekulasi soal majunya Dedy Endriyatno untuk menjadi penantang.

Kabar yang santer beredar, ada yang menyebut Dedy tengah menjajaki kemungkinan berduet dengan pemilik Rumah Makan Cengkir Gading bernama depan Joko.

Kemudian, berembus kabar dan beredar pula gambar Dedy disandingkan dengan Dodok Sartono, tokoh muda Muhammadiyah sekaligus pengusaha.

Namun hingga kini, kabar itu belum terkonfirmasi kepastiannya. Meski demikian, Ketua DPD PKS Sragen, Idris Burhanudin sempat menyatakan pasca rekomendasi PDIP yang mengusung Yuni-Suroto, PKS akan segera mengambil langkah-langkah.

Di antaranya segera melakukan konsolidasi dengan partai lain mengingat PKS hanya memiliki 6 kursi dan tidak bisa mengusung calon sendiri.

Baca Juga :  Korupsi Alsintan Rp 112 Juta, Staff Ahli DPR RI dan Perangkat Desa Sragen Dijatuhi Hukuman 6 Bulan Lebih Berat Oleh Hakim PN Tipikor. Divonis 2 Tahun Denda Rp 50 Juta

“Kami akan koordinasi dan komunikasi dengan partai-partai politik lain. Intinya, supaya demokrasi di Sragen ini bisa berjalan dengan baik. Perlu ada kekuatan penyeimbang sehingga kita akan menggalang poros baru,” paparnya kepada wartawan di sekretariat PKS Sragen kemarin.

Ia menyebut sejauh ini komunikasi yang sudah terjalin di antaranya dengan Nasdem, Gerindra dan juga akan mencoba berkomunikasi dengan Golkar dan Demokrat.

Menurutnya, semua masih terbuka untuk menggalang poros baru. Idris menyebut untuk bisa maju mengusung calon, dibutuhkan setidaknya 9 kursi.

“Termasuk kemarin Sekretaris DPD Gerindra juga sudah menyampaikan bahwa akan menampung Pak Dedi seperti itu. Maka kita akan menindaklanjuti itu,” tukasnya.

Idris menguraikan pihaknya tidak akan mematok PKS harus di posisi bupati atau cukup di wakil saja. Akan tetapi yang lebih penting bagaimana mendorong munculnya poros baru untuk menggalang kekuatan penyeimbang di Pilkada.

“Banyak tokoh yang sudah kontak Pak Dedi siap mendukung sekaligus siap berpasangan dengan Pak Dedi. Ada yang siap sebagai bupati  juga ada yang siap sebagai wakilnya. Tapi masalah nama-nama, kami belum bisa kami sampaikan,” tandasnya. Wardoyo