JOGLOSEMARNEWS.COM Umum Nasional

Candaan Miris, Siswi SMK Ditutup Mulutnya, Lalu Digerayangi di Bagian Sensitif

Korban dan pelaku bully siswi SMK di Bolmong diperiksa polisi, Selasa (10/3/2020) / tribunnews

MANADO, JOGLOSEMARNEWS.COM – Kasus pelecehan terjadi pada diri siswi sebuah SMK di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Provinsi Sulawesi Utara.

Kasus tersebut bahkan telah menjadi viral lewat video. Dalam tayangan tersebut, korban dibully dengan cara digerayangi oleh teman-temannya secara ramai-ramai.

Namun aksi tersebut berhasil dibongkar oleh Polisi. Kapolres Bolmong, AKBP Indra Pramana mengungkap pengakuan para pelaku.

Pengakuan pelaku, ternyata hubungan pelaku dan korban adalah sahabat satu kelas. Dalam tayangan itu, dua orang siswi yang menjadi pelaku, menutupi mulut korban dengan kain.

Video tersebut diambil Rabu (26/2/2020) saat jam istirahat. Satu di antara pelaku berinisial N  mengaku di depan polisi, perbuatan mereka hanya iseng saja.

Baca Juga :  Kasus Korupsi Garuda Indonesia, KPK Tahan Hadinoto Soedigno

“Torang cuma bakusedu (kami hanya bercanda),” ungkap N.

N mengaku tak menyangka tindakan pelecehan itu akan viral dan ia menyesal.

AKBP Indra Pramana menyebut, korban awalnya tidak merasa apa-apa sebelum video itu tersebar melalui WhatsApp.

“Seorang siswa perempuan berinisial N menaruh video itu di story WA-nya kemudian tersebarlah,” ungkap Indra.

Pihak Polres Bolmong kini akan menulusuri penyebar video yang berawal dari WhatsApp itu.

Sementara itu, Reskrim Polsek Bolaang AKP M Ali Tahir membeberkan peran dari masing-masing pelaku.

Baca Juga :  Geledah Kantor KKP, KPK Sita Sejumlah Uang Tunai

Masing-masing dari para pelaku memiliki peran sendiri-sendiri. Seorang siswi berinisial R (17) sebagai perekam video dan siswa N (17) memegangi kaki korban.

Siswa P (16) memegang lengan kiri korban, lalu siswi N (17) memegang lengan kanan. Kemudian dua siswi, P (17) dan N (17) menggerayangi bagian sensitif tubuh korban.

Kepala Sekolah SMK tersebut mengaku terpukul dengan kabar miris itu. Didampingi seorang guru di kantor Polres Bolmong, Kepala Sekolah minta maaf tidak bisa banyak berkomentar lantaran masih terpukul.

“Minta maaf pak saya belum bisa kasih komentar, saya terpukul,” ujarnya, Selasa (10/3/2020) siang.

Bahkan Kepsek tersebut sampai sulit tidur lantaran memikirkan kasus yang menimpa siswanya ini.

Terlihat wajahnya letih dengan mata memerah saat diperiksa di kantor polisi.

www.tribunnews.com