JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Sragen

Data Terbaru, Jumlah ODP Terkait Corona di Sragen Melonjak Jadi 63 Orang. Dua Bus Warga Pilang dan Rombongan Siswa Sambungmacan Baru Pulang dari Bali Juga Dipantau!

Ilustrasi Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memantau penanganan terhadap pasien PDP Corona Virus dalam simulasi di RSUD Sragen, Kamis (12/3/2020). Foto/Wardoyo
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
surakarta.ut.ac.id
Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati saat memantau penanganan terhadap pasien PDP Corona Virus dalam simulasi di RSUD Sragen, Kamis (12/3/2020). Foto/Wardoyo

SRAGEN, JOGLOSEMARNEWS.COM
Jumlah orang dalam pemantauan (ODP) terkait corona virus di Sragen terus bertambah. Jika kemarin baru ada 19 ODP, jumlah ODP sampai hari ini, Senin (16/3/2020) sudah bertambah 44 orang sehingga total ada 63 ODP.

Sebanyak 63 warga Sragen itu dinyatakan dalam kategori ODP karena baru saja pulang dari negara yang sudah confirm terkena corona virus.

“Ada tambahan lagi. Sampai hari ini,  jumlah total ODP 63 orang. Mereka adalah TKI yang mungkin akan pulang dari negara mereka bekerja,” papar Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Sragen, Hargiyanto kepada JOGLOSEMARNEWS.COM , Senin (16/3/2020).

Hargiyanto menguraikan meski jumlahnya bertambah, hingga kini Sragen masih relatif aman. Tidak ada warga ODP yang meningkat statusnya menjadi suspect atau positif corona.

Terkait ODP itu, ia menegaskan dan meminta masyarakat tidak perlu resah. Sebab mereka sebenarnya adalah orang sehat namun karena baru pulang dari negara confirm corona, sehingga harus dipantau secara intensif.

Baca Juga :  Innalillahi, Kakek 77 Tahun PDP Corona Asal Gemolong Sragen Meninggal Dunia. Jadi Korban Meninggal ke-25, Begini Riwayatnya!

Para ODP itu, lanjutnya, sesuai protap akan dipantau selama 14 hari dan menjalani isolasi mandiri. Isolasi mandiri yang dimaksud adalah mereka disarankan tidak kontak dengan orang atau lingkungan terlebih dahulu selama 14 hari tersebut.

“Tidak ada yang perlu dikhawatirkan. ODP itu juga tidak ada perlakuan apa-apa. Dia hanya dipantau saja oleh petugas Puskesmas selama 14 hari. Dibatasi dulu aktivitas dan kontak dengan orang dulu,” terangnya.

Ia memastikan semua petugas Puskesmas di semua kecamatan sudah siap untuk melakukan pemantauan.

Perihal status kejadian luar biasa (KLB) Kota Solo, Hargiyanto memastikan Sragen siap dan akan mengikuti petunjuk sesuai prosedur tetap (Protap) yang sudah ditetapkan oleh Kemenkes maupun Presiden.

“Kami siap mengikuti protap. Yang jelas yang terpenting adalah bagaimana mengajak masyarakat dan menyosialisasikan budaya hidup bersih sehat, cuci tangan sesudah dan sebelum aktivitas, hindari kerumunan dulu, hindari salaman dan kalau bersin sebaiknya ditutup atau ditangkupkan dengan lengan,” terangnya.

Baca Juga :  Pamit Gowes Sendirian, Bocah 12 Tahun Asal Tanon Sragen Ditemukan Nyasar Hingga 35 Kilometer Sampai Mantingan Jatim

Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati menambahkan para ODP itu yang jelas semua baru datang dari luar negeri. Tidak hanya TKI, mereka yang baru datang dari lokasi rawan dan confirm corona pun juga akan dipantau.

“Misalnya seperti tadi malam itu datang dua bus warga dari Pilang yang habis piknik ke Bali. Kemudian di Sambungmacan ada anak sekolah SMA atau SMP berapa itu yang baru pulang studi wisata di Bali. Nah itu juga termasuk dalam orang dalam pantauan (ODP),” paparnya ditemui di Pendapa Rumdin Bupati, Senin (16/3/2020).

Saat ditanya apakah anak-anak yang baru pulang dari Bali itu tidak jadi ODP, menurutnya semua orang itu bisa jadi pantauan.

“Bukannya tidak. Jadi karena mereka baru saja bepergian dari daerah yang sudah terinfeksi corona jadi semua orang dalam pantauan. Tapi kita bicara yang berisiko tinggi terlebih dahulu. Seperti orang yang keluar dari yang baru datang dari luar negeri,” tandasnya. Wardoyo