Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Update Terbaru Corona Jateng, 32 Orang Meninggal, 182 Kasus Positif Masih Dirawat, 20.714 ODP dan 576 PDP Dirawat

Ilustrasi pemakaman pasien corona. Foto/Humas Polda Jateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM Kasus corona virus atau covid-19 di Jawa Tengah masih menunjukkan tren ancaman. Sejauh ini, sebanyak 32 pasien positif dinyatakan meninggal dunia.

Data terbaru yang dilansir Pemprov Jateng melalui laman corona.jatengprov.go.id, hingga Minggu (12/4/2020) malam pukul 20.00 WIB, jumlah kasus positif di Jateng mencapai 182 orang.

Dari jumlah itu 122 orang masih dirawat, 18 orang dinyatakan sembuh dan 32 pasien dinyatakan meninggal dunia. Terbaru, dalam sehari kemarin total ada tambahan 10 pasien positif yang dilaporkan kembali gagal terselamatkan.

Jumlah korban meninggal itu naik separuh dari sehari sebelumnya yang tercatat baru 22 orang.

Kemudian jumlah ODP tercatat meroket melampaui 20.000 atau tepatnya 20.714 naik dari sehari sebelumnya sebanyak 20.404 orang.

Pun jumlah PDP (Pasien Dalam Pengawasan) yang dirawat tercatat masih sebanyak 576 orang hari ini.

Dalam website tersebut, juga dipaparkan
ada 32 korban Meninggal positif Covid-19 di Jateng sampai hingga hari ini.

Mereka masing-masing 7 pasien meninggal di RSUP Dr. Kariadi Semarang, 4 di RSUD Dr. Moewardi Solo, 4 di RSUD K.R.M.T Wongsonegoro Semarang, 3 di RSUD Prof. Dr. Margono Banyumas, 2 di RSUD Tidar Kota Magelang, dan 2 RSU Islam Harapan Anda Kota Tegal.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan, pembaruan data persebaran Covid-19 ini dimaksudkan agar masyarakat paham dan peduli pada kondisi wilayahnya masing-masing.

Dia berharap update data itu tidak membuat masyarakat panik. Sebaliknya turut membantu pemerintah memutus persebaran virus ini dengan tetap tinggal di rumah.

“Kami buat seperti itu agar semua paham. Misalnya di daerah ini berstatus hijau dan masih aman, maka harus diproteksi bersama-sama. Nah kalau yang zona merah, maka harus diurus bersama-sama. Kalau sudah merah, dan mewajibkan semua orang harus berada di rumah, ya jangan ngeyel,” kata Ganjar di rumah dinasnya kemarin.

“Kalau sudah tahu, diharapkan orang jadi tidak panik. Oh di tempatku ada kasus positif, yuk kita dirumah saja, kita bikin kegiatan yang asyik di rumah. Tidak usah pergi belanja ke luar dulu, mungkin belanjanya online. Cara ini yang harus disiapkan masyarakat dan harus diedukasi terus menerus,” imbuhnya.

Ganjar pun mengapresiasi masyarakat yang makin paham dan peduli terhadap perkembangan wabah ini.

“Saya bangga dan terharu, karena masyarakat mulai peduli dengan kasus ini. Mereka banyak yang mendukung pemerintah untuk tetap di rumah, memberikan bantuan dan sebagainya,” pungkasnya. Edward

Exit mobile version