Site icon JOGLOSEMAR NEWS

Ganjar Sebut Kepedulian Jadi Pondasi Sambut New Normal, Skenario untuk Sekolah Terus Dimatangkan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Foto/Humas Jateng

SEMARANG, JOGLOSEMARNEWS.COM – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengaku terus bekerja keras guna mengatur skenario yang tepat menghadapi era New Normal. Ia mengaku telah mengunjungi pabrik, sekolah, pedagang kaki lima, hingga rumah ibadah. Menurut Ganjar, Jateng terus berlatih sampai akhirnya benar-benar siap menjalani kebiasaan baru. Ganjar menilai kurva kasus Covid-19 dapat menjadi acuan penerapan new normal.

“Setiap akhir pecan kami dapat catatan dari kabupaten/kota. Terus kita tata ini lho gambarannya, sehingga kami harus bantu kabupaten/kota untuk kerja sama menekan dan menangani Covid-19. Pastinya enggak boleh bicara terserah. Kita harus peduli,” tandas Ganjar, tegas Ganjar saat seminar daring Indonesian Public Institute (IPI) bertajuk “Era New Normal: Indonesia Optimistis Versus Indonesia Terserah”, Kamis (4/6/2020) siang.

Menurut Ganjar, dengan usaha keras serta turun langsung ke lingkungan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam penyusunan skenario menghadapi era new normal. Bahkan, pihaknya mengaku langsung kerumunan masyarakat selayaknya satuan polisi pamong praja.

“Efek-efek kejut ini memang sengaja ditunjukkan kepada masyarakat. Pastinya bukan kita ingin bikin malu orang. Kita rekam juga dengan kamera agar diingat banyak orang. Kalau saya ingatkan 35 juta masyarakat Jateng, kan tidak mungkin. Itu kemudian saya unggah di media sosial,” lanjut Ganjar.

Hal itu disampaikan Ganjar “Sebenarnya saya sepakat dengan kebiasaan baru. Saya ditanya media, kapan normal baru? Ya udah sekarang kita mulai. Tapi latihan dulu. Kenapa? Karena tingkat kengeyelan masih tinggi,” ungkap Ganjar.

Lebih detail Ganjar mengemukakan, salah satu penyusunan skenario yakni di bidang pendidikan. Ia pun mengaku sudah berkeliling ke beberapa sekolah untuk melihat persiapan itu. Sambil pihaknya menyiapkan skenario kemungkinan penerapan new normal di bidang pendidikan.

“Skenarionya mungkin menata ruang, menata jam masuk dan pembatasan kapasitas setidaknya separuh. Saya sudah ngobrol ke beberapa guru dan intinya mereka menyiapkan itu semua,” terangnya.

Kendati selalu optimistis, pihaknya mengaku mengalami kesulitan untuk mengatur di bidang tranportasi untuk siswa, baik waktu keberangkatan maupun pemulangan para siswa di tengah pendemi Covid-19.

“Kami belum ketemu formulanya untuk transportasi anak sekolah,” ujar Ganjar.

Belum Membuka Sekolah

Hingga saat ini, Ganjar memastikan bahwa pihak Pemprov Jateng belum akan membuka sekolah pada waktu dekat. Pihaknya juga masih menunggu keputusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait kebijakan itu.

“Belum akan kami buka, kami masih menunggu dari Kementerian, sambil kami terus lakukan persiapan dan latihan-latihan,” beber dia.

“Meskipun nantinya kebijakan sekolah akan kembali dibuka, kami tidak akan tergesa-gesa. Ia tetap akan melakukan uji coba dengan mengevaluasi hasil uji coba itu,” terang Ganjar. Satria Utama

Exit mobile version