JOGLOSEMARNEWS.COM Nasional Jogja

Pandemi Virus Corona Dongkrak Transaksi Pasar Tradisional Via Online Hingga 33 Persen

Sejumlah petugas memasang wastafel portabel di depan Pasar Beringharjo Yogyakarta karena wabah corona / tempo.co
Sejumlah petugas memasang wastafel portabel di depan Pasar Beringharjo Yogyakarta karena wabah corona / tempo.co

YOGYAKARTA, JOGLOSEMARNEWS.COM
Pandemi virus Corona dari bulan April hingga Mei mendongkrak nilai transaksi layanan daring di pasar tradisional di Yogyakarta hingga 33 persen.

Pemerintah Kota Yogyakarta menyatakan, sistem belanja daring di pasar tradisional itu  menggandeng operator ojek online dan marketplace di Yogyakarta.

Menurut Wakil Walikota Yogya Heroe Poerwadi, warga juga wisatawan selama pandemi ini memang tak tampak memadati pasar-pasar tradisional. Namun, pasar tradisional itu tetap menggeliat.

Baca Juga :  Ultah ke-23 Tahun, BAF Salurkan Bantuan Untuk Anak Indonesia

“Masyarakat mulai terbiasa menggunakan layanan belanja daring di pasar tradisional ini. Meskipun transaksinya belum rata, ada pedagang yang tinggi transaksinya namun ada juga yang rendah,” ujar Heroe Poerwadi di Yogyakarta, Selasa (16/6/2020).

Lonjakan transaksi secara daring itu terjadi di enam pasar tradisional yang jam operasionalnya selama wabah dibatasi. Keenamnya adalah Pasar Beringharjo, Pasar Demangan, Pasar Kotagede, Pasar Legi Patangpuluhan, Pasar Kranggan, dan Pasar Sentul.

Baca Juga :  Mantan Walikota Yogyakarta, Herry Zudianto Dinyatakan Positif Covid-19

Pasar-pasar itu sejak merebaknya Covid-19 hanya boleh beroperasi hingga pukul 13.00 WIB setiap harinya, kecuali Pasar Beringharjo yang boleh beroperasi hingga pukul 16.00 WIB.

www.tempo.co