JOGLOSEMARNEWS.COM Daerah Wonogiri

Teror Serangan Anjing Liar di Desa Kepyar Desa Purwantoro Wonogiri, Puluhan Ekor Kambing Mati Dengan Jeroan Hilang

Ilustrasi kambing. JSNews. Aris Arianto
Ilustrasi kambing. JSNews. Aris Arianto

WONOGIRI, JOGLOSEMARNEWS.COM – Teror serangan hewan buas diduga anjing hutan terjadi di Desa Kepyar Kecamatan Purwantoro Wonogiri. Akibatnya puluhan ternak kambing mati dengan kondisi jeroan hilang.

Selain itu ada juga ternak kambing yang juga menjadi korban serangan namun masih hidup. Kondisinya cukup mengenaskan dengan bekas luka gigitan di bagian paha atas.

Diduga kuat, hewan ternak kambing itu diserang kawanan anjing hutan. Mengingat secara geografis Desa Kepyar berdekatan dengan hutan dan bukit.

Informasi yang dihimpun, Senin (27/7/2020), ternak yang mati jenis kambing jawa. Serangan hewan liar itu terjadi sudah satu minggu belakangan ini.

Baca Juga :  Kondisi Terkini Pasar Hewan Slogohimo Wonogiri, Pasca Pemkab Lockdown Semua Pasar Hewan

Serangan hewan buas terjadi di Dusun Ngandong dan Dusun Kepyar. Dilihat dari geografis desa yang berbukit dan hutan, ada dugaan ternak itu diserang anjing hutan.

Ketika ditotal ada 10 ekor kambing yang mati. Sementara sejumlah kambing yang masih hidup, bagian atas pahanya ada luka bekas gigitan hewan liar.

Kepala Desa Kepyar Kecamatan Purwantoro Mei Rina Tri Purwanti kepada wartawan mengiyakan adanya serangan terhadap kambing milik warganya. Kambing tidak dimangsa tubuhnya secara keseluruhan, hanya diambil jeroannya.

“Kemungkinan, diserang anjing alasan (hutan),” kata dia.

Baca Juga :  Pelajar Tewas Kecelakaan di Ngasem Banyakprodo Tirtomoyo Wonogiri dan 1 Tewas di Jobot Kidul Girirejo

Tidak ada warga yang mengetahui secara persis hewan yang menyerangnya. Pemilik kambing mengetahui ternaknya mati pada pagi harinya. Namun ada warga yang mengetahui, katanya hewan liar itu menyerupai anjing.

Akibat teror serangan itu warga desa setempat was-was. Imbasnya hampir setiap malam pemilik hewan ternak berjaga-jaga. Ronda malam diaktifkan. Warga membawa peralatan seperti panah dan tongkat pemukul untuk jaga-jaga.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Tengah Titi Sudaryanti mengatakan pihaknya segera menerjunkan personel ke lokasi kejadian untuk melakukan pengecekan lokasi. Aria

Bagi Halaman