
SOLO, JOGLOSEMARNEWS.COM -Sejumlah seniman dan pegiat kreatif lainnya di Kota Solo memprakarsai kegiatan bertajuk “Solo Bangkit untuk Indonesia” dalam memperingati perayaan HUT ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Pesan “Solo Bangkit untuk Indonesia” tersebut mereka wujudkan ke dalam pembuatan video pendek yang berkonsep “Merah Putih”. Video berdurasi sekitar 20 menit tersebut menampilkan konten pelestarian seni dan budaya jawa khususnya Solo, mulai dari musik, tarian, busana, hingga kuliner khas Solo yang beraneka ragam.
Ketua Pelaksana kegiatan ini, Menil Ester Wulandari menyebutkan, Solo Bangkit untuk Indonesia ini diprakarsai para seniman dan pegiat seni kreatif lainnya di Kota Surakarta.
“Ada yang berlatar belakang seniman tradisi, penyanyi, musisi, desainer busana, fotografi, kuliner dan lain-lain. Mereka menyatu dan dipersatukan karena kecintaannya kepada Tanah Air Indonesia. Lewat momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Kemerdekaan Republik Indonesia, kami membuat pesan-pesan tentang pelestarian kekayaan seni budaya Indonesia khususnya Kota Solo lewat medium audio visual,” ungkapnya.
Proses pembuatan video pendek telah berlangsung di Ndalem Arianti Laweyan milik pengusaha Arianti Dewi dan juga di Studio Rekaman Batik Walangkekek. Selanjutnya, video pendek tersebut akan diekspose ke publik bertepatan dengan Hari Kemerdekaan RI, tanggal 17 Agustus 2020.
“Nanti akan kami ekspose ke masyarakat pas hari kemerdekaan tanggal 17 Agustus. Lewat semua platfom media baik media sosial, media outdoor, media mainstream. Untuk medsos bisa lewat Instagram, facebook, twitter. Bisa juga kami manfaatkan WAG (grup Whatsapp). Sedang outdoor bisa menggunakan videotron, balih dan lainnya. Termasuk media-media umum,” ungkap Menil.
Kegiatan ini, lanjut Menil, dilandasi keinginan para seniman dan pegiat kreatif tersebut untuk berbuat sesuatu dalam ikut merayakan HUT Kemerdekaan RI yang sesuai dengan bidang mereka masing-masing.
“Masing-masing punya pilihan untuk menunjukkan kecintaanya kepada negeri ini. Para seniman dan pegiat kreatif di Surakarta memilih mengambil kegiatan yang menunjukkan eksistensi seni budaya tradisional Jawa. Kami ingin menujukkan eksistensi seni dan budaya Jawa sekaligus sebagai upaya melestarikan,” tambahnya.
Endah Laras, salah seorang pendukung kegiatan ini mengatakan meski berada di tengah pandemi Covid-19, tak menyurutkan mereka untuk berkarya menyambut HUT Kemerdekaan RI. Justru inilah tantangan mereka gumregah/bangkit berbuat sesuatu untuk bangsa.
“Pandemi bukan kita lantas terus merana, ibaratnya hanya klemah-klemah (santai) di rumah. Tapi kami ingin berbuat, melakukan langkah nyata untuk mengisi kemerdekaan denga passion kami,” kata Endah Laras, musisi terkenal yang juga terlibat dalam kegiatan ini.
Penyanyi lagu-lagu tradisi ini mengatakan sasaran dari kegiatan tersebut untuk masyarakat umum agar tetap ingat dengan budayanya. Terutama bagi generasi muda yang selama ini lebih banyak menikmati seni dan budaya dari luar negeri.
“Harapannya agar generasi muda ini ingat bahwa kita memiliki budaya yang adiluhung, seperti batik, kuliner, keroncong, hingga tari. Jangan hanya K-Pop (musik Korea) dan budaya Korea tahunya. Dengan tahu seperti ini, maka patriotisme kita akan tetap terjaga,” katanya.
Mereka yang terlibat dalam garapan video pendek Solo Bangkit untuk Indonesia ini di antaranya adalah penyanyi kondang Waldjinah, Endah Laras, penari Rr. Ay. Ira Kusumorasri, pelukis Guh S Mana, perancang pakaian Joko SSP dan Astuti K Rizma dan lainnya.
GubernurJawa Tengah Ganjar Pranowo, Walikota Surakarta FX Hadi Rudyatmo, Siti Atiqoh Ganjar Pranowo juga berproses di video ini sebagai bintang tamu kehormatan. Ganjar Pranowo menyampaikan pesan tentang makna Solo Bangkit, Atiqoh Ganjar membacakan geguritan yang disadur dari karya pujangga Ronggowarsito, sedang Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo menyanyikan lagu Rayuan Pulau Kelapa.
Waljinah menambahkan, lewat SOLO BANGKIT UNTUK INDONESIA, para seniman, pegiat seni kreatif dan elemen lainnya yang tergabung dalam forum ini ingin mennunjukkan semangat menjaga dan melestarikan kebudyaan dan kesenian tradisi dalam beragam bentuknya. Mulai seni tari, musik, busana hingga kulinernya.
“Karena harus diwanti-wanti bahwa kebudayaan dan kesenian daerah juga kian terancam ditinggal dengan cepatnya laju perkembangan zaman di era globalisasi. Perkembangan zaman yang serba modern semakin menunjukkan pola hidup harus sesuai tuntutan zaman dan seringkali meninggalkan adat dan kebudayaan yang menjadi roh dalam tatanan masyarakat bangsa Indonesia. Kekayaan kita bukan hanya kekayaan alam, tetapi juga kekayaan seni dan budaya yang juga harus dirawat,” ujarnya. (ASA/Triawati)